Tak Terlihat tapi Nyata, Makanan Sehari-hari yang Berpotensi Mengandung Plastik

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. (Foto: istockphoto)

Jakarta, KBKNews.id – Plastik tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian para peneliti dan tenaga kesehatan juga tertuju pada kehadiran plastik dalam rantai makanan manusia. Tanpa disadari, partikel plastik berukuran sangat kecil—dikenal sebagai mikroplastik—dapat masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari.

Mikroplastik berasal dari degradasi plastik dalam waktu lama, baik di laut, tanah, maupun dari kemasan pangan. Meski ukurannya nyaris tak kasat mata, paparan jangka panjangnya dikhawatirkan berdampak pada kesehatan.

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang berpotensi mengandung partikel plastik, serta penjelasan sederhana mengapa hal itu bisa terjadi.

Daftar Makanan yang Berpotensi Mengandung Plastik

1. Teh Celup dalam Kantung

Teh celup dikenal praktis dan menjadi pilihan banyak orang. Namun, tidak semua kantung teh terbuat dari kertas murni. Sebagian produsen menggunakan serat plastik atau polimer sintetis agar kantung tidak mudah robek dan tahan air panas.

Saat diseduh dengan air panas, material plastik ini berpotensi melepaskan partikel mikroplastik ke dalam minuman.

Tips lebih aman:

  • Pilih teh daun lepas (loose leaf)
  • Gunakan saringan teh berbahan stainless steel atau keramik

2. Garam Konsumsi

Garam, khususnya yang berasal dari air laut, menjadi salah satu produk pangan yang paling sering ditemukan mengandung mikroplastik. Hal ini tak lepas dari tingginya pencemaran plastik di laut, yang kemudian ikut terperangkap saat proses penguapan air laut menjadi garam.

Meski kadarnya sangat kecil, konsumsi rutin dalam jangka panjang tetap menjadi perhatian para ahli.

Alternatif yang bisa dipertimbangkan:

  • Mengurangi asupan garam harian
  • Memilih garam non-laut, meski harganya cenderung lebih tinggi

3. Ikan dan Seafood

Ikan, kerang, dan berbagai hasil laut lainnya hidup di perairan yang kini sarat limbah plastik. Banyak organisme laut tidak sengaja menelan mikroplastik, baik dari air maupun dari plankton yang telah terkontaminasi.

Ketika seafood dikonsumsi manusia, partikel tersebut berpotensi ikut masuk ke dalam tubuh, terutama pada hewan laut yang dimakan beserta saluran pencernaannya, seperti kerang.

Langkah bijak:

  • Variasikan sumber protein, tidak hanya bergantung pada seafood
  • Bersihkan ikan dengan baik sebelum dimasak

4. Makanan dan Minuman dalam Kaleng

Kemasan kaleng memang tampak berbahan logam, tetapi bagian dalamnya umumnya dilapisi lapisan plastik tipis. Lapisan ini berfungsi mencegah reaksi antara logam dan makanan yang bersifat asam.

Dalam kondisi tertentu, terutama penyimpanan jangka panjang atau suhu tinggi, lapisan tersebut dapat mengontaminasi isi makanan atau minuman.

Saran konsumsi:

  • Batasi konsumsi makanan kalengan
  • Pilih produk segar atau kemasan kaca bila memungkinkan

Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Hingga kini, penelitian mengenai dampak mikroplastik pada tubuh manusia masih terus berkembang. Namun, sejumlah ahli kesehatan mengingatkan bahwa paparan plastik berpotensi berkaitan dengan gangguan sistem hormon, peradangan, hingga risiko penyakit kronis dalam jangka panjang.

Karena itu, prinsip pencegahan dan kehati-hatian menjadi kunci, meski bukti ilmiah terus diperbarui.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here