Kendaraan Dipandu Satelit, Pengemudi Nganggur

Perusahaan otomotif China, Geely dalam waktu dekat akan mengoperasikan taksi bandara Daxing, Beijing yang dipandu satelit atau swakemudi.

CHINA baru-baru ini memberitakan, taksi nirpengemudi atau tanpa supir yang dikendalkan oleh satelit orbit rendah dalam waktu dekat akan dioperasikan untuk melayani penumpang dari dan ke Bandara Daxing, Beijing.

Untuk tahap awal, seperti dikutip harian China Daily, sejumlah operator akan menyediakan layanan rute taksi dari bandara ke pusat ibu kota dan sekitarya p.p. paling jauh berjarak 40 km.

Layanan taksi berbasis satelit atau GSP itu dilontarkan ke publik selang sebelas hari setelah perusahaan otomotif China, Geely, meluncurkan sebelas satelit orbit rendah (low orbit), menambah total 20 satelit yang dimilikinya.

Dengan meluncurkan 83  satelit lagi pada periode antara 2024 – 2025, Geely berambisi untuk mengorbitkan seluruhnya 240 satelit pada 2030.

Hal sama juga dilakukan oleh perusahaan otomotif Amerika Serikat, Tesla yang memiliki akses penggunaan satelit SpaceX, perusahaan milik milyarder negara itu, Elon Musk yang sudah mengorbitkan 5.200 satelit  dan akan menambah 42.000 unit lagi.

Satelit orbit rendah memungkinkan pengiriman data berkecepatan 10 milidetik (ms) dalam jumlah besar yang pada gilirannya memungkinkan penerapan teknologi swakemudi dengan aman bagi kendaraan yang melintas di jalan raya.

Kendaraan swakemudi atau nirpengemudi memerlukan komputer atau pengolah data berkapasitas besar, sehngga mustahil dipasang di setiap kendaraan sehingga dibuat server induk dan dibutuhkan saluran komunikasi ekstra untuk data maha besar antara server dan kendaraan.

Sistem itulah yang sedang dikembangkan Geely melalui anak perusahaannya, Geespace  yang akan menjadi salah satu pengelola dan penggguna aneka satelit. Geely Gespace terfokus pada program Geely Future Mobility diantaranya untuk memasang teknologi penentu posisi kendaraan dengan ketepatan pada radius skala sentimeter.

Taksi Udara Nirawak

Tidak hanya taksi darat, taksi udara nirawak dipandu satelit orbit rendah juga dipamerkan pada pameran dirgantara Singapura baru-baru ini.

Sementara drone atau pesawat nirawak Black Swan buatan Bulgaria yang mampu membawa paket kargo seberat 350 Kg juga sudah dioperasikan terbatas di negara-negara UE.

Teknologi berkembang begitu cepatnya, aplikasi online angkutan nirawak bakal memangkas waktu dan jarak layanan walau tentu ada saja sisi-sisi negatifnya.

Namun jika aplikasi online taksi niraawak, baik darat mau pun udara untuk angkut penumpang atau kargo dioperasikan di Indonesia, tentu sekitar empat juta pengemudi ojol, baik kendaraan roda dua atau empat seperti yang dikelola Grab, Gojek, INDrive, Anterin dan lainya bakal nganggur.

Belum lagi dari sisi keamanannya, bagaimana jika sistem kendali kendaraan dijammed atau diacak oleh orang-orang tak bertanggungjawab, tentu bakal tak terbayangkan musibah yang bakal terjadi. (AFP/Reuters/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here