JAKARTA – Banyak kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) 2019 di Loop Station Jakarta, akhir pekan lalu, salah satunya talkshow Humanitalk.
Dalam talkshow tersebut dibahas tentang bagaimana peran media dalam menyampaikan informasi tentang bencana dan kegiatan kemanusiaan.
“Fungsi media dalam situasi kebencanaan ialah untuk mengantisipasi dan mendorong awareness kepada khalayak. Hal tersebut dapat terjadi apabila melibatkan pihak-pihak lain baik lembaga ataupun komunitas. Seperti misalnya kita memperoleh data-data yang ditemukan BNPB, lalu menceritakannya kepada masyarakat,” ujar Arifin Asydhad selaku Pemimpin Redaksi Kumparan, yang menjadi pembicara dalam talkshow ini.
Lebih jauh lagi, Arifin menjelaskan bahwa peran media tidak hanya sekedar menceritakan kejadian dan dampak bencana. Namun dia juga berperan untuk memonitor demi mengetahui perkembangan lebih lanjut kondisi di lapangan, terutama bagi pihak-pihak terdampak.
“Media juga mempunyai peran untuk mengawasi rekonstruksi rehabilitasi para korban. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui apakah para korban sudah menerima bantuan-bantuan yang diberikan. Sampai sejauh mana dampak dari bantuan tersebut,” lanjut Arifin, dilaporkan Fajar dari dompet dhuafa.
Selain itu, hadir juga Citra Natasya, founder dari komunitas House of Perempuan, dan Dr.Ir.Agus Wibowo, M.Sc, Kepala Pusdiklat PB BNPB.
Citra Natasya juga menambahkan, bahwa tanpa media, komunitas seperti House of Perempuan juga berperan untuk membantu respon-respon yang diberikan oleh berbagai pihak. Bisa dicontohkan seperti BNPB mencari data-data dan memberikan respon, lalu disebarluaskan informasinya melalui media Kumparan, serta komunitas House of Perempuan berperan untuk memberikan bantuan lebih lanjut.
Diharapkan melalui kegiatan ini, mendorong kesadaran betapa pentingnya peran media, terutama bagi mereka yang terlibat langsung sebagai jurnalis. Baik dari media cetak maupun digital.





