JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari.
Masa tanggap darurat yang sebelumnya berakhir pada 28 Agustus 2026 kini diperpanjang hingga 12 September 2026.
Perpanjangan tersebut dilakukan karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.
Keputusan itu diambil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena setelah memimpin rapat koordinasi penanganan tanggap darurat gempa Flores di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam.
Melki mengatakan, kondisi di lapangan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam memperpanjang masa tanggap darurat.
“Dengan melihat situasi yang ada, untuk itu kita akan perpanjang masa tanggap darurat provinsi. Saya juga lihat semua kabupaten hampir sama, kita perpanjang lagi masa tanggap darurat selama dua minggu,” ujar Melki.
Rapat tersebut digelar secara hybrid dan diikuti Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni, jajaran Forkopimda NTT, para kepala daerah di wilayah terdampak, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Pelayanan publik tetap berjalan
Meski status tanggap darurat diperpanjang, Melki menegaskan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik harus tetap berjalan.
Pengaktifan kembali pelayanan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan setiap wilayah.
Menurut Melki, sektor kesehatan telah menerapkan pola pelayanan dan evaluasi harian agar masyarakat tetap mendapatkan layanan meskipun sejumlah fasilitas terdampak gempa.
Pola serupa, kata dia, dapat diterapkan pada sektor pelayanan lainnya selama masa tanggap darurat.
Namun, pemerintah diminta tidak memaksakan penggunaan bangunan yang secara struktur dinyatakan tidak aman.
Pemeriksaan terhadap fasilitas publik, seperti sekolah, kantor pemerintahan, rumah sakit, dan bangunan lainnya, masih dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas PUPR.
Melki menegaskan bangunan yang masuk kategori tidak aman harus dikosongkan dan tidak digunakan untuk aktivitas pemerintahan maupun pelayanan masyarakat.
Sekolah dipersiapkan kembali
Sektor pendidikan menjadi salah satu layanan yang diminta segera dipulihkan.
Melki meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT melakukan konsolidasi untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Persiapan pembelajaran diharapkan dapat dilakukan mulai pekan depan dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan bangunan sekolah.
Pemulihan layanan pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan aktivitas masyarakat secara bertahap di tengah penanganan dampak gempa Flores yang masih berlangsung.





