
PRESIDEN Donald Trump merilis daftar tarif impor terbaru terhadap puluhan negara, Kamis (31/7) mencakup hampir 70 negara termasuk Uni Eropa, dan mulai berlaku bertahap mulai 6 Agustus. Tarif Bea Masuk untuk impor dari Indonesia, tetap 19 persen.
The NYT, NPR dan Gedung Putih yang dikutip Kompas.com menyebutkan, kenaikan tarif bervariasi dari 10 hingga 50 persen, tergantung hasil negosiasi bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan negara negara mitra dagangnya.
“Presiden Trump telah mengatur ulang puluhan tahun kebijakan perdagangan yang gagal,” kata Gedung Putih dalam pernyataan resminya, seraya menambahlan: “Perintah hari ini menegaskan komitmen Presiden untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi Amerika,” .
Negara-negara yang tidak mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan AS akan dikenakan tarif min. 10 persen, namun, telah banyak negara yang mendapatkan tarif tinggi setelah negosiasi dianggap gagal.
Brasil, kekuatan ekonomi terbesar di Amerika Selatan, dikenai tarif impor 50 persen mulai 6 Agustus, sedangkan Swiss 39 persen, Irak dan Serbia masing-masing 35 persen, sementara Laos dan Myanmar 40 persen, serta Suriah tertinggi, 41 persen.
Indonesia-Filipina sama-sama dikenai tarif impor 19 Persen, Vietnam yang sempat diancam tarif 46 persen dalam pengumuman “Hari Pembebasan” oleh Trump pada April lalu, dipotong menjadi 20 persen setelah menyetujui kesepakatan tentatif awal bulan ini.
Israel dikenai tarif 15 persen—turun dua poin dari tarif awal 17 persen meski belum menandatangani perjanjian resmi dengan AS, sementara beberapa negara berhasil mengamankan kesepakatan perdagangan yang menguntungkan sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Uni Eropa, misalnya, menyetujui pembelian energi AS senilai 750 miliar dollar AS (sekitar Rp 12.369 triliun) serta investasi 600 miliar dollar AS (sekitar Rp 9.895 triliun) di AS, sebaliknya Trump menetapkan tarif 15 persen untuk seluruh blok tersebut.
Kesepakatan serupa tercapai dengan Inggris (10 persen), Filipina dan Indonesia (masing-masing 19 persen), serta Jepang dan Korea Selatan (15 persen).
“Beberapa negara telah menyepakati, atau berada di ambang kesepakatan, komitmen perdagangan dan keamanan yang berarti dengan AS,” tulis Trump dalam perintah eksekutifnya.
Sementara negara lain, lanjutnya, “tidak cukup menanggapi ketidakseimbangan perdagangan atau gagal sejalan dengan AS dalam hal ekonomi dan keamanan nasional.
” Kanada, China, dan transshipment Salah satu langkah yang paling kontroversial adalah penetapan tarif 35 persen terhadap Kanada.
Gedung Putih menuding Kanada tidak cukup aktif menanggulangi perdagangan obat-obatan terlarang dan malah membalas kebijakan AS.
China tetap tarif sebelumnya
Sementara itu, China masih tunduk pengenan tarif sebelumnya oleh AS (125 persen) dengan pembicaraan yang diklaim Trump “berjalan positif”. Adapun Meksiko mendapat penangguhan sementara tarif baru selama negosiasi berlangsung.
Gedung Putih juga memperingatkan akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 40 persen terhadap praktik transshipment yakni saat suatu negara mengalihkan barangnya melalui negara ketiga guna menghindari bea masuk.
Negara-negara yang terdampak Lihat Foto Gedung Putih merilis daftar tarif impor terbaru untuk 70 negara setelah melakukan negosiasi selama beberapa bulan terakhir
AS, UE dan Trump Gelar Pertemuan di Skotlandia Efek domestik meskipun tarif sering digambarkan sebagai beban bagi negara pengirim barang, pada praktiknya tarif dibayarkan oleh importir di AS.
Artinya, perusahaan-perusahaan dan konsumen AS kemungkinan akan mengalami kenaikan harga. Namun, pemerintah tetap yakin bahwa kebijakan tarif ini berdampak positif.
“Kebijakan Presiden telah menghasilkan investasi besar ke AS, memperkuat ekonomi nasional sambil mengatasi praktik dagang tidak adil yang selama ini merugikan pekerja Amerika,” kata Gedung Putih.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menambahkan bahwa lebih dari 100 negara masih dalam proses negosiasi dan “berusaha mengamankan tarif yang lebih rendah”.
“Tim Presiden bekerja siang malam untuk menjalin komunikasi dengan sebanyak mungkin negara,” ujar Leavitt.
Semuanya masih bisa berubah, tarik menarik, mana yang kuat. (the NYT/Gedung Putih/NPR/Kompas.com)



