Tekad Guru Relawan Dompet Dhuafa Bangkitkan Kembali Pendidikan di Lombok

LOMBOK – Himatul Pajri, salah satu guru relawan asal Lombok yang tergabung dalam Guru Relawan Dompet Dhuafa tak mau kalah dengan relawan lainnya yang berasal dari berbagai daerah, untuk mewujudkan kembali mimpi pendidikan di tanah Lombok yang hancur diguncang gempa.

Walau menjadi guru relawan dengan jarak rumah terdekat, sama sekali tidak menurunkan semangat mendidik Himatul dibanding dengan guru relawan lainya. Jarak rumah Himatul dengan tempat ia mengajar hanya dua jam perjalanan darat. Namun Himatul menolak untuk pulang sebelum kewajibanya tuntas ditunaikan.

Bahkan ketika orang tuanya ingin menjenguk, Himatul menolak. Perempuan 23 tahun tersebut memilih untuk tetap fokus pada tugasnya mendidik anak-anak penyintas gempa Lombok. Di Desa Gumantar, Kecamatan Kahyangan, Kabupaten Lombok Utara, Himatul bersama rekannya, Thubany Amas ditempatkan.

Banyak hal menarik yang Himatul rasakan ketika dirinya mengajar di Desa Gumantar. Antusias belajar anak Gumantar yang tinggi, dikonversi menjadi semangat bagi Himatul.

Pernah anak-anak ‘ngambek’ hanya karena Himmatul harus pergi ke posko utama Dompet Dhuafa, yang letaknya di pusat Kota Tanjung selama dua hari.

“Kita didiemin sama mereka. Karena dua hari kita pergi ke Tanjung, itu pun pada saat akhir pekan,” terang Himatul, terkekeh.

Himatul percaya bahwa banyak potensi yang dimiliki oleh anak-anak penyintas tersebut. Semangat belajar mereka juga tinggi.

“Anak-anak di sini kreatif semua, dan punya banyak bakat. Bahkan ada yang kelas tiga sudah jago rias wajah,” tambah Himatul.

Advertisement