HALMAHERA BARAT – Tiga minggu setelah erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, sebanyak 2.050 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dari jumlah tersebut, 1.700 diantaranya atau 80 persen terserang infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA, dan memerlukan penanganan petugas kesehatan. Salah seorang petugas kesehatan dari kodim 1501 Ternate dr. Eka Susanti pada Rabu (5/6), mengatakan sebagian besar pengungsi yang terkena ISPA dengan mengalami gejala batuk ringan, demam dan flu.
Mereka sembuh setelah diberi obat, namun ada juga yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Selain ISPA, ada juga pengungsi yang mengalami penyakit kulit karena ketersediaan air yang terbatas di pengungsian.
“Jadi selama penanganan disini memang paling banyak penyakit yakni ISPA yang kedua dermatitis, ISPA sebabagi dampak dari abu vulkanik itu sendiri atau bisa dari perubahan cuaca,” ungkap dr. Eka Susanti, dikutip dari Antara.





