JAKARTA – Wanita yang sedang haid termasuk dalam golongan yang tidak wajib menjalankan puasa. Imam Abu Syuja’ dalam kitab fiqih Taqrib menyebutkan delapan jenis amalan yang dilarang bagi wanita haid, termasuk salat, puasa, membaca Al-Qur’an, menyentuh dan membawa mushaf Al-Qur’an, masuk masjid, thawaf, jima, dan bermain-main di sekitar organ kemaluan.
Apabila ia memaksa diri untuk berpuasa, puasanya dianggap tidak memiliki makna atau batal. Meskipun demikian, terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid agar tetap mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan.
Berikut tujuh amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid selama Ramadan:
1. Sedekah Subuh
Wanita yang sedang haid biasanya turut berpartisipasi dalam sahur. Setelah sahur, lanjutkan dengan memberikan sedekah Subuh agar hari menjadi penuh berkah.
Sedekah Subuh pada bulan Ramadan dapat dilakukan dengan memberi makan makhluk hidup yang tinggal di jalanan, seperti memberi makan kucing liar ataupun menyiram tumbuhan.
Pada waktu Subuh, dua malaikat turun ke Bumi untuk mendoakan orang-orang yang bangun di pagi hari. Mulailah hari dengan kegiatan yang bermanfaat dan berdoa agar aktivitas dimudahkan oleh Allah.
2. Menyiapkan Hidangan Berbuka
Salah satu amalan yang dapat dikerjakan wanita haid saat Ramadan yaitu menghidangkan berbuka. Bagi wanita haid yang tidak berpuasa, mereka memiliki kesempatan untuk mencoba makanan dan minuman sebelum dihidangkan berbuka puasa. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga maupun masyarakat lainnya.
Saat Ramadan, menghidangkan makanan dan minuman untuk berbuka memiliki nilai setara dengan orang yang berpuasa. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi sebagai berikut,
Dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, dia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” (HR At-Tirmidzi)
3. Mencari Ilmu
Mencari ilmu jelas tidak ada batasannya, orang tua, muda, laki-laki, perempuan, haid maupun suci semuanya bisa mengamalkan.
Maka, mencari ilmu bisa tetap menjadi amalan pilihan wanita haid saat Ramadan baik dilakukan secara ototidak seperti membca buku dan kitab maupun datang ke majlis ilmu seperti sekolah, kuliah dan lainnya.
Imam Muslim mencatat hadis tentang keutamaan orang yang sedang mencari ilmu: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya.” (HR Muslim)
4. Zikir
Zikir merupakan amal ibadah yang dianjurkan siapapun dan kapan pun tidak ada batasannya. Jenis-jenis zikir pun ada banyak, wanita yang sedang haid bisa mengucapkan berbagai kalimah thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan lainnya.
5. Berdoa
Berdoa di bulan Ramadan merupakan kesempatan emas bagi siapapun, termasuk wanita haid. Sebagaimana mestinya, bulan suci Ramdan menawarkan banyak sekali pahala dan ampunan.
6. Sedekah
Bersedekah tidak bersinggungan dengan amalan yang dilarang bagi wanita haid. Memperbanyak sedekah bisa dengan berbagai cara, mulai dari memeberikan santunan kepada fakir miskin, anak yatim, hingga hanya menebar senyuman kebaikan.
7. Kegiatan Sosial
Contoh kegiatan sosial di antaranya mengajar anak-anak kurang mampu, memberikan santunan kepada anak-anak yatim, bersih-bersih lingkungan, dan kegiatan yang bersifat sosial lainnya.
Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT kegiatan sosial juga mempererat tali silaturahmi antarsesama.





