BANDUNG – Dompet Dhuafa melalui program Grebek Grobak menyalurkan donasi bagi para pedagang kecil yang terdampak pandemi.
Salah satu penerima manfaat tersebut yakni Mukti Nugraha, seorang pedagang Es Campur dikawasan Jalan Cijagra, Kota Bandung, Jawa Barat.
Selama masa pandemi, Mukti mengalami penurunan omset penjualan yang drastis sampai 40%, jika dikalkulasikan Mukti hanya bisa membawa keuntungan bersih Rp20.000 hingga Rp50.000 per hari.
Keadaan seperti ini akan terus menggerus perekonomian Mukti hari demi hari jika tidak ada stimulus untuk meningkatkan usahanya.
“Saya tidak menyangka sekali, mungkin ini namanya rezeki dari Allah. Mungkin dari doa-doa saya sebelumnya, doa istri, dan doa anak juga mudah-mudahan diberi rezeki yang tidak terduga dan mungkin ini adalah jawaban dari doa tersebut,” ucap Mukti kepada tim Dompet Dhuafa, Kamis (6/5/2021).
Tidak jauh berbeda, Widiyaningsih atau akrab disapa Widya merasakan kondisi yang serupa. Pendapatan suaminya sebagai seorang security hanya Rp150.000 per bulan tidak bisa menutupi seluruh kebutuhan keluarganya dari mulai sewa kontrakan sampai kebutuhan sehari-hari.
Dengan kondisi seperti itu Widya mencoba membantu suaminya dengan berdagang cireng bumbu dengan modal Rp100.000 perhari, jika dagangannya habis ia bisa mendapat keuntungan Rp30.000 perhari, tetapi sering kali dagangannya tidak habis terjual.
Tim Grebek Grobak Dompet Dhuafa pun langsung memborong 200 cireng bumbu Widya dan membagikannya kepada masyarakat secara gratis, dan memberukan tambahan modal usaha untuk meningkatkan dagangannya.
“Allhamdulillah tidak menyangka saya dapat kejutan Grebek Grobak, ini rezeki saya tadi pagi pemilik kontrakan sudah memperingatkan jika tidak membayar sewa harus segera meninggalkan kontrakan,” pungkas Widya, dikutip dari dompetdhuafa.org.




