JAKARTA – Dompet Dhuafa bersama Bee Well (PT. Lemonpotts Sinergia Indonesia) menjalin kerja sama untuk membangun sekolah di deerah-daerah terpencil Indonesia.
Direktur Utama Bee Well, Adhi Juwana menyampaikan, Bee Well memiliki concern yang tinggi terhadap kesehatan dan pendidikan dan ingin sekali mewujudkan sekolah-sekolah di pelosok negeri yang menyehatkan serta ramah alam. Dalam satu bulan terakhir ini, Bee Well juga telah menjalin kerja sama dengan Ikatan Ahli Perminyakan Indonesia (IATMI) untuk turut serta bersinergi dalam program MBS ini.
“Dalam sebulan ini kami juga sudah menjalin kerja sama dengan Ikatan Ahli Perminyakan Indonesia (IATMI) yang ada di Arab Saudi dan Timur Tengah untuk pengumpulan dananya. Targetnya untuk penghimpunan dana pembangunan perdana ini, mudah-mudahan sebelum Idulfitri 1442 H sudah terkumpul 100 persen,” ujarnya,pada Kamis (6/5/2021) di Gedung Philantrophy Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Untuk pembangunan perdana program MBS ini, sesuai assessment tim program, Dompet Dhuafa akan menempatkan pembangunan sekolah di Lombok Timur. Sebab, di sana masih banyak anak-anak yang terdampak pendidikannya akibat gempa yang melanda beberapa tahun lalu.
Adhi melanjutkan, sekolah yang akan dibangun di Lombok Timur ini akan dijadikan sebagai pilot project Milenial Bangun Sekolah. Ke depannya, Bee Well bersama Dompet Dhuafa dan IATMI akan berusaha lebih mewujudkan sekolah-sekolah di daerah terpencil lainnya. Khususnya lagi di daerah terdampak musibah.
Direktur Dakwah, Budaya dan Pelayanan Masyarakat, Ahmad Sonhaji menanggapi pernyataan tersebut, “Saat ini memang adalah eranya para milenial bangkit. Sebelumnya di bidang spiritual dan dakwah, kami memiliki program Milenial Bangun Masjid. Kini di bidang pendidikan kami akan ajak para milenial untuk turut bergabung dalam program Milenial Bangun Sekolah.”
Pada program MBS ini, Dompet Dhuafa dan Bee Well dalam konsepnya tidak hanya mengedepankan segi pendidikan saja, tapi juga segi kesehatan, lingkungan, dan arsitekturnya, yang disesuaikan dengan keadaan dan kondisi masyarakat setempat.
Direktur Remo Etika Setiawan menambahkan, Dompet Dhuafa memiliki program bagi guru-guru terpilih yang dipersiapkan untuk mengajar di daerah-daerah 3T, yaitu Daerah Terpencil, Tertinggal, dan Terluar. Setelah program MBS ini berjalan, maka dapat disinergikan dengan program-program pendidikan Dompet Dhuafa lainnya. Sehingga tak perlu khawatir untuk mencari tenaga pendidiknya.
“Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa memiliki program Sekolah Guru Indonesia (SGI). Yaitu program bagi guru-guru binaan Dompet Dhuafa untuk siap dikirim ke daerah-daerah pelosok-pelosok negeri. Nantinya program MBS bisa disinergikan dengan program SGI untuk SDM-nya,” terang Etika, dikutip dompetdhuafa.org.




