JAKARTA, KBKNEWS.id – Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa pada Rabu (14/5) bersama Volunteer Dompet Dhuafa, Miya Sriniwarti berkesempatan melakukan survei ke titik distribusi penerima manfaat daging kurban jelang Iduladha nanti, termasuk desa-desa yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Terpantau hingga saat ini, kawasan posko pengungsi persawahan yang terletak di Desa Konga, Kecamatan Titehena masih dipadati oleh warga. Wilayah tersebut menjadi sumber penghidupan warga.
Dai Pemberdaya dari Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), Muhidal Bukhori, bercerita bahwa sebagian pun kehilangan pekerjaannya karena rusaknya ladang, pasar, hingga peternakan setempat. Sampai sekarang, anak-anak harus belajar dengan menumpang di bangunan sekolah yang terselamatkan. Semua serba terbatas, berdampak panjang bagi perekonomian wilayah tersebut.
Sebagian memilih pulang ke kampungnya, setelah berbulan-bulan tinggal di pengungsian. Salah satunya Sri, seorang Ibu Rumah Tangga yang kala itu memilih kembali pulang ke rumahnya di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang. Ia menangis histeris saat melihat rumahnya pada bulan Januari lalu.
“Atap sudah terbuka, seng-seng lepas. Rumah penuh dengan abu vulkanik yang basah, karena saat itu sedang musim hujan. Perkakas banyak yang rusak dan hilang. Kamar tidur hancur. Anak saya masih usia tiga tahun pun harus ikut bertahan dalam situasi seperti ini,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.
Suami Sri pun berhenti bekerja selama tiga bulan pasca bencana erupsi tersebut. Selama itu keluarga kecilnya bertahan hidup mengandalkan bantuan makanan dan logistik dari lembaga bantuan bencana. Hingga kami survei ke Desa Boru pun rumahnya masih tak memiliki atap. Hanya terpal yang menutupi bagian kamar dan dapurnya.
Volunteer Miya pun turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Ia tak menyangka dampak panjang secara ekonomi dan sosial masih dirasakan warga setempat sampai detik ini. Ia menyimak cerita Sri dengan mata berkaca.
“Jadi, nanti titik distribusi THK Dompet Dhuafa 2025 akan menyasar daratan Flores. Salah satunya, ya, desa-desa yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-Laki ini. Saya salut dengan keteguhan Ibu Sri dan keluarga. Yuk, mari tebar semangat berkurban. Supaya Bu Sri dan pengungsi lainnya bisa menikmati daging kurban jelang Iduladha nanti. Kurbanmu Se-Ngaruh Itu!” tutur Miya.
Mengetahui kabar bahagia menyoal distribusi THK Dompet Dhuafa, Sri pun turut berbahagia. Pasalnya, ia dan keluarganya sudah lama membatasi konsumsi sehari-sehari dengan faktor keterbatasan ekonomi.
“Iya saya jarang makan daging, ya, karena ekonomi seperti ini. Saya tetap bersyukur masih bisa hidup sampai detik ini. Tahun lalu saya menerima daging kurban dan memang, untuk daging kami mengandalkan saat Iduladha saja,” tuturnya.




