TANGERANG – Acim (80), seorang kakek buta warga Kampung Gerendeng, RT.01, RW.01, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, tertimpa atap rumah yang jauh dari kata layak.
Untungya akibat peristiwa itu Acim hanya menderita luka ringan. Kondisi rumahnya memang sudah lapuk karena Acim menjadi diantara warga miskin Tangerang yang menolak bantuan bedah rumah yang merupakan program unggulan Pemerintah Kota Tangerang, lantaran nilainya hanya diterima setengahnya dari nilai yang dijanjikan.
Acim yang sehari-hari menghabiskan waktu di atas tempat tidurnya akhirnya hanya bisa pasrah. Dia bertahan di dalam rumah yang kondisinya mengkhawatirkan.
“Sebulan yang lalu, orang tua saya lagi tidur, tiba-tiba gentengnya ambruk menimpah orang tua saya,” kata Hayat, salah seorang anak Acim.
Hayat pun meminta penjelasan Pemerintah Kota Tangerang untuk segera untuk segera merealisasikan bedah rumah tanpa ada potongan dengan cara yang sudah ditentukan agar kejadian tersebut tidak terjadi untuk kedua kalinya.
“Kita butuh kejelasan kapan rumah kita mendapatkan program tersebut. Jangan ngomong doang. Rumah masih rapuh dan ada kemungkinan kejadian tersebut terulang kembali,” tutur Hayat, dikutip Bantenhits.
Diketahui bantuan bedah rumah yang digulirkan Pemkot Tangerang sejak 2015 ternyata ditolak sejumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) alias warga miskin penerima bantuan.
Warga menolak bantuan karena nilai bantuan yang diterima ternyata tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Warga hanya menerima Rp 10 juta dari besaran Rp 20 juta yang dikucurkan Pemkot Tangerang untuk setiap kepala keluarga.





