Tips Ahli Cegah Covid-19 saat Libur Panjang

Varian baru virus Covid-19 yakni NB 1.8.1 dilaporkan oleh WHO telah menyebar di 22 negara. (ilustrasi WHO)

JAKARTA, KBKNews.id – Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K), guru besar dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, membagikan sejumlah tips untuk mencegah penularan Covid-19 selama masa libur panjang.l

Menurutnya, saat liburan panjang, mobilitas masyarakat cenderung meningkat, yang berpotensi memperbesar risiko penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Faisal menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan.

“Sama seperti yang lalu, jadi harus pakai masker, cuci tangan, menghindari kerumunan, kemudian tidak makan minum bareng-bareng. HBS, hidup bersih dan sehat,” kata Ketua Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia itu.

Ia juga menyarankan agar kegiatan yang melibatkan banyak orang dikurangi, terutama jika kasus Covid-19 sedang meningkat.

“Kalau ada yang batuk atau sakit, sebaiknya dijaga jaraknya. Soalnya virus bisa menempel di kulit dan terhirup oleh orang lain,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Faisal mengingatkan pentingnya menjaga imunitas tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup.

Bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), disarankan untuk lebih berhati-hati dan menghindari tempat-tempat yang berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

Ia menjelaskan bahwa varian Covid-19 yang beredar saat ini merupakan mutasi dari varian Omicron. Gejala yang umum terjadi antara lain batuk, pilek, dan terkadang disertai sakit tenggorokan.

Karena itu, menurutnya, pengawasan dan pemantauan perlu terus dilakukan untuk menekan penyebaran varian tersebut.

“Pemerintah, ya, melakukan surveillance saja. Sudah masuk Indonesia atau belum, kita, kan, enggak tahu. Nah, untuk tahunya, kan, tetap ada itu PCR,” katanya merujuk pada metode pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus penyebab Covid-19.

Ia juga menambahkan bahwa efektivitas vaksin Covid-19 yang digunakan saat masa pandemi perlu dievaluasi kembali untuk melihat apakah masih mampu memberikan perlindungan terhadap varian baru yang muncul.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here