JAKARTA – Pergantian musim sering kali membawa perubahan cuaca yang ekstrem, sehingga meningkatkan risiko penyakit, terutama pada anak-anak.
Kondisi ini dapat memicu peningkatan penyakit seperti flu dan demam, yang sering kali menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan penurunan energi. Sayangnya, banyak yang masih mengabaikan pentingnya hidrasi dalam proses pemulihan anak.
Menurut Prof. Dr. NL Sridhar dari Apollo Institute of Medical Sciences and Research, dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida.
Elektrolit ini penting untuk fungsi sel, transmisi saraf, dan kontraksi otot. Anak-anak, karena rasio luas permukaan tubuh yang lebih besar dibandingkan volume tubuh, lebih rentan kehilangan cairan, terutama saat demam tinggi.
Sering kali, anak-anak tidak dapat menyampaikan kebutuhan mereka akan cairan, sehingga risiko dehidrasi menjadi lebih besar.
Gejala dehidrasi meliputi mulut kering, urine berwarna gelap, lesu, dan pusing. Jika gejala ini muncul, orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Selama pergantian musim, anak-anak juga rentan terhadap penyakit nondiare seperti demam, infeksi virus, mual, dan muntah. Kondisi ini dapat mengurangi asupan cairan dan makanan, menyebabkan defisit cairan, elektrolit, dan energi.
Misalnya, demam dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh hingga 10 persen untuk setiap kenaikan suhu tubuh 1°C.
Tanpa hidrasi yang memadai, tubuh anak dapat mulai memecah protein otot untuk memenuhi kebutuhan energi, sehingga memperlambat pemulihan dan menyebabkan kelelahan.
Oleh karena itu, pengisian cairan, elektrolit, dan energi menjadi kunci penting dalam mendukung pemulihan.
Pentingnya Elektrolit dan Mikronutrien
Sridhar menjelaskan bahwa hidrasi yang baik tidak cukup hanya dengan air. Elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium harus dipenuhi untuk mendukung pemulihan.
Natrium membantu penyerapan cairan, kalium mendukung fungsi otot, dan magnesium memperbaiki sel serta meningkatkan sistem imun.
Selain itu, mikronutrien seperti tembaga, seng, selenium, dan vitamin C juga penting karena berfungsi sebagai antioksidan yang mendukung kekebalan tubuh.
Cairan siap minum yang mengandung elektrolit dan mikronutrien dapat menjadi solusi praktis untuk memastikan hidrasi dan pemulihan yang optimal.
Peran Orang Tua dalam Mengatasi Dehidrasi
Sridhar mengimbau orang tua untuk waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi dan segera berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.
Dengan memberikan cairan yang mengandung elektrolit dan energi, orang tua dapat membantu anak-anak pulih lebih cepat dari penyakit musiman.
“Dengan memprioritaskan hidrasi dan memenuhi kebutuhan energi, kita dapat membantu anak-anak melewati perubahan musim dengan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya dalam wawancara dengan Hindustan Times Lifestyle.





