Tujuh Hari Banjir Semarang Belum Surut, BNPB Tambah Pesawat untuk Modifikasi Cuaca

Banjir di Kota Lima, Semarang/ foto: Solopos

JAKARTA, KBKNEWS.id – Banjir yang masih merendam sebagian wilayah Kota Semarang membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu armada pesawat untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan banjir dan mencegah hujan turun di wilayah yang sudah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengoperasikan satu pesawat Cessna Caravan PK-SNM untuk mengurai awan di wilayah Semarang dan daerah hulu sungai.
“Namun, masifnya pembentukan awan membuat satu armada belum cukup. Karena itu, mulai Kamis (30/10), pesawat tambahan akan dikerahkan dengan cakupan operasi yang lebih luas,” ujarnya di Jakarta.

Armada kedua ditempatkan di Lanud Adi Soemarmo, Solo, sebagai posko OMC wilayah selatan Jawa Tengah. Dengan penempatan ini, operasi bisa menjangkau area lebih luas dan membantu mengendalikan curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah banjir.

“Ketika satgas darat berkejaran dengan waktu di lapangan, di langit kami menambah kekuatan untuk mengatur agar hujan jatuh di tempat yang semestinya,” tambah Abdul, dikutip Antara.

Menurut laporan BNPB, hingga Rabu sore, banjir masih menggenangi sejumlah titik di Jalan Kaligawe Raya hingga Genuk dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter. Sebanyak 22.669 jiwa terdampak, 39 orang mengungsi, dan tiga warga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Petugas di lapangan menyebut debit air dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin masih tinggi akibat hujan lebat. Sementara radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani menunjukkan awan konvektif berpotensi hujan sedang hingga lebat masih terbentuk di beberapa titik. Kondisi ini membuat genangan di Kota Semarang belum banyak berkurang, apalagi aliran air menuju laut terhambat proyek tanggul laut dan jalan tol.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here