JAKARTA, KBKNEWS.id – Peristiwa tragis terjadi di SMP Islamic Center Kabupaten Siak, Riau, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia setelah senapan rakitan berbasis desain 3D yang digunakannya dalam ujian praktik sains meledak.
Insiden itu terjadi saat ujian praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang digelar di lapangan sekolah.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempresentasikan proyek sains yang telah mereka buat.
Saat giliran kelompoknya, MA meminta teman-temannya menjauh dari lokasi.
Ia kemudian bersiap memperagakan alat berupa senapan rakitan yang dibuatnya sendiri. Namun, ketika pemicu ditekan, alat tersebut justru mengeluarkan asap sebelum akhirnya meledak.
Ledakan keras itu menyebabkan pecahan material berhamburan ke berbagai arah, mengenai area sekitar termasuk bangunan sekolah dan tubuh korban.
MA mengalami luka serius di bagian wajah akibat serpihan senapan.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Satreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, membenarkan kejadian tersebut. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Dari hasil temuan awal, senapan rakitan itu terdiri dari beberapa komponen seperti plastik, potongan besi, serta bubuk hitam yang belum diketahui jenisnya. Dugaan sementara, bahan tersebut menjadi salah satu pemicu ledakan, namun kepastian masih menunggu hasil uji laboratorium forensik.
“Sampel sudah kami kirim ke Labfor Polda Riau. Kami minta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan keluar,” ujar Kosmos.
Saat ini, polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut, termasuk dari sisi pengawasan dan prosedur keamanan selama kegiatan praktik berlangsung. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab pasti insiden.
Pihak kepolisian turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan berharap keluarga korban diberi ketabahan.





