EROPA – Hasil referendum yang memenangkan suara rakyat Inggris dari Uni Eropa, ditanggapi para pemimpin Uni Eropa agar Inggris harus segera bertindak untuk merundingkan keluar dari organisasi tersebut.
Penundaan dinilai hanya akan memperpanjang ketidakpastian. Mereka mendesak Inggris untuk menerapkan keputusan warga Inggris sesegera mungkin, seberapa sakitnya proses tersebut.
Kepala Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menegaskan bahwa kelompok dengan 27 anggota yang tersisa tetap akan berlanjut.
Juncker yang menghadiri pertemuan krisis dengan Presiden Parlemen Eropa, Martin Schulz, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada hari Jumat (24/6/2016) mengakui penyesalan atas hasil referendum, tetapi ia dan pemimpin lainnya tetap menghormati keputusan Inggris.
“Kami siap melakukan perundingan secepatnya dengan Inggris terkait persyaratan dan kewajiban penarikan diri dari Uni Eropa,” tambahnya.
Dilaporkan BBC, ia mengatakan adalah keputusan perdana menteri baru untuk menerapkan pasal yang memulai penarikan keanggotaan Inggris.
Seperti diketahui, JUmat (24/6/2016), penduduk Inggris memberikan suara 52% terhadap 48% untuk meninggalkan Uni Eropa karena dinilai sellau mendapatkan ketidakadilan dan nerada dalam kendali Uni Eropa.





