Wajib Tahu! Ini 4 Nilai Manfaat Utama Berwakaf, Produktif hingga Abadi

Ilustrasi wakaf. (Foto: Ist)

JAKARTA – Kepala Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof Mohammad Nuh, menyoroti empat nilai manfaat utama dari praktik wakaf. Nuh menjelaskan konsep wakaf bukan sekadar melepaskan kepemilikan untuk kepentingan umum yang abadi.

“Yang pertama apa? The power of giving,” ujarnya dalam acara Gebyar Wakaf Ramadhan 2024 di Jakarta, belum lama ini.

Nuh menegaskan bahwa kekuatan dari saling memberi saat ini berdampak luas, bahkan hingga ke masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

Kekuatan tersebut juga mendukung nilai manfaat kedua, yaitu wakaf yang pasti produktif.

Menurutnya, setiap benda yang diwakafkan dapat meningkatkan nilainya, sehingga tambahan nilai ini dapat menjadi manfaat ketiga, yaitu memberikan kebermanfaatan bagi orang yang membutuhkan.

“Dan yang keempat, nilainya itu adalah semuanya dalam bingkai eternity (abadi),” ujarnya.

Nuh menegaskan bahwa wakaf tidak hanya sebagai investasi untuk kehidupan akhirat, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan di dunia dan akhirat, baik bagi individu maupun masyarakat.

Dia memberikan contoh dengan wakaf tanah, yang dapat digunakan untuk mendirikan madrasah atau pondok pesantren.

Orang yang mewakafkan tanah tersebut dapat menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut sebagai hasil investasi di dunia, dan di akhirat, pahalanya akan diperoleh sebagai investasi akhirat.

Maka dari itu, Nuh mengajak masyarakat untuk berwakaf dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup, karena dapat memberikan manfaat di dunia dan akhirat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here