Wanita Patah Hati dapat Merusak Sistem Syaraf Parasimpatis

Wanita patah hati bisa merusak syaraf parasimpatis. Foto:akhwatindonesia.net

AUSTRALIA (KBK) – Penelitian yang dilakukan Dr Harmony Reynolds dan sudah dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menyimpulkan bahwa para wanita yang mengalami sindrom patah hati akan memiliki sistem saraf parasimpatis yang terganggu, di mana sistem saraf ini bertanggung jawab untuk membantu tubuh untuk tenang.

“Sindrom patah hati adalah penyakit misterius, akan tetapi sindrom ini meniru serangan jantung, walaupun tidak memiliki hubungan dengan penyakit arteri koroner,” ungkap Reynolds.

Dr Reynolds mengatakan, kondisi ini tampaknya hadir lebih sering pada wanita berusia di atas 60 tahun dan dapat disebabkan oleh emosi yang kuat seperti kesedihan, kecemasan, stres atau kemarahan.

“Ini adalah gagasan romantis, tapi Anda benar-benar bisa mendapatkan ini dari sakit hati,” kata Dr Reynolds.

Dalam studi Reynolds diungkapkan, ada lebih dari 6.000 kasus sindrom patah hati menimpa wanita di AS setiap tahunnya dan pasien biasanya sembuh dalam beberapa hari atau minggu tanpa kerusakan jantung. Tapi sebaliknya, dengan sindrom ini sudah banyak kematian terjadi.

Sindrom patah hati, pertama kali diidentifikasi oleh peneliti Jepang 25 tahun yang lalu dan disebut sebagai Takotsubo Cardiomyopathy. Selama bertahun-tahun para peneliti berpikir bahwa kondisi ini terkait dengan sistem saraf yang memproduksi terlalu banyak adrenalin di hati.

Namun sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menyimpulkan bahwa obat seperti beta blockers yang mengendalikan adrenalin tidak efektif untuk penyakit ini. Sementara Dr Reynolds menyimpulkan, sindrom mungkin rusak-hati namun lebih banyak disebabkan oleh sistem saraf parasimpatis.

Dr Reynolds mengatakan ia ingin mengembakan studinya, untuk menemukan strategi pencegahan.

Seperti yang dilansir laman web news.com.au, Rabu (6/1/2016), dalam hal ini Dr Reynolds akan meniliti yoga, meditasi dan bimbingan relaksasi, senam pernapasan yang meningkatkan fungsi sistem syaraf parasimpatis.

Advertisement