Warga Suriah: Rudal dan Mortir Berjatuhan Seperti Hujan di Ghouta Timur

Serangan di Ghouta sudah empat hari tewaskan 228 warga sipil/ AFP

SURIAH – Koordinator PBB di Suriah mengatakan situasi di daerah pemberontak Suriah di Ghouta Timur tak beralasan,  setelah beberapa hari pemerintah Suriah melakukan pemboman.

Panos Moumtzis mengatakan  bahwa pemboman di dekat ibukota Damaskus,  telah membunuh setidaknya 250 orang dan menyebabkan “penderitaan ekstrim”.

Seorang warga, Firas Abdullah, mengatakan kepada BBC bahwa tidak ada tempat untuk bersembunyi.  “Kami dapat mendengar teriakan dan tangisan wanita dan anak-anak melalui jendela rumah mereka,” ungkapnya.

“Dan rudal dan mortir menjatuhkan kita seperti hujan, tidak ada tempat untuk bersembunyi dari mimpi buruk ini dan belum berakhir,” tambahnya lagi.

Para aktivis mengatakan lebih dari 50 anak termasuk di antara korban tewas dan  1.200 orang terluka.

PBB telah meminta gencatan senjata untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dikirim dan orang-orang yang terluka dievakuasi.

Ghouta Timur didominasi oleh kelompok Islamis Jaysh al-Islam. Tapi Hayat Tahrir al-Sham, sebuah aliansi jihad yang dipimpin oleh mantan afiliasi al-Qaeda di Suriah, juga beroperasi di sana. Setelah tujuh tahun, perang Suriah tidak berakhir tapi berubah.

Advertisement