
TREND lonjakan harga minyak di pasar global perlu diwaspadai karena bisa mendongkrak inflasi dan kenaikan harga-harga bahan pokok yang sudah terimbas akibat turunnya produksi disebabkan El Nino dan terganggunya rantai pasok akibat perang Rusia – Ukraina.
Reuters melaporkan, harga minyak mentah dunia sempat bertengger pada 90 dolar AS per brel, Kamis (7/9) walau pada sesi perdagangan, Jumat dibuka turun 0,14 persen menjadi 89,79 dolar AS untuk jenis Brent.
Sementara Dirjen Migas, Kementerian ESDM Tutuka Ariadji di sela forum sustainability Indonesia (ISF) yang digelar di Jakarta (8/9) menurut laporan CNBC, pemerintah Indonesia merasa tidak nyaman jika harga minyak global sampai mendekati 100 dolar AS per barel.
Soalnya, Indonesia sebagai net importir, mengimpor sekitar 35 persen kebutuhan harian BBM atau antara 1,3 sampai 1,4 juta barel, belum termasuk impor minyak mentah, mengingat bagungan crude oil yang diolah di dalam negeri hanya 52 persen plus 35 persen impor BBM.
Menkeu Sri Mulyani juga telah memutuskan untuk menaikkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) akibat melonjaknya harga minyak dunia dari 80 dolar AS per barel yang dipatok dalam RAPBN 2024 menjadi 82 dolar AS, sedangkan asumsi lifting minyak bumi dinaikkan dari 625.000 barel per hari menjadi 635.000 barel.
Sementara itu harga beras juga mulai merambat naik dipicu akibat keterlambatan pengadaan cadangan beras oleh pemerintah (CBP), sehingga ke depannya stoknya perlu dijaga agar harganya tidak terus naik.
Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi mengemukakan, CBP di tangan Bulog bakal berkurang 640-ribu ton dari 1,52 juta ton menjadi 880-ribu ton, namun pemerintah akan seggera mengisi lagi kekurangan tersebut, termasuk dengan mengimpor 400-ribu ton dari Vietnam dan Thailand serta 250.-ribu ton dari Kamboja.
Di berbagai daerah juga dilaporkan, harga beras masih relati tinggi akibat anjloknya produksi di tengah musim kekeringan panjang disebabkan dampak El Nino yang diperkirakan sampai awal 2024.
Kenaikan harga minyak global dan stok beras harus terus dijaga, karena kedua komoditi itu sangat strategis bagi kehidupan rakyat dan mudah dipolitisasi jika salah urus.




