Waspada! Magma Merapi Dekati Kawah

Ilustrasi Magma G. Merapi (di Jawa Tengah/DI Yogyakarta) dilaporkan makin mendekat kawah sehingga dikhawatirkan erupsi akan terjadi walau hal itu cuma salah indikator saja.

MAGMA di tubuh Gunung Merapi (berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) makin mendekati permukaan kawah,   sehingga dikhawatirkan terjadi erupsi yang menyusulnya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengemukakan (2/12), dari data yang dimilikinya, terjadi perpindahan lokasi sumber tekanan magma dari 5,9 Km menjadi 1,3 Km dari puncak Merapi.

Magma adalah lelehan bantuan sangat panas yang terperangkap di dalam kerak bumi dan yang keluar melalui erupsi gunung disebut lava.  Magma sewaktu-waktu bergerak dinamis.

Namun perpindahan pusat magma juga tidak bisa memastikan apakah Merapi (tinggi 2.930 M) segera akan erupsi, hanya sebagai salah satu indikator, dan sejauh ini belum ada teknologi yang bisa memastikan kapan erupsi terjadi.

Status kawasan G. Merapi dinaikkan dari level SIAGA 3 ke SIAGA 2 pada 5 November lalu dan masih berlaku sampai hari ini karena adanya ancaman lontaran material, awan panas dan guguran lava jika terjadi erupsi.

Sejauh ini, ribuan warga dan ternak mereka di empat kabupaten sekitar lereng  Merapi yakni Sleman (DIY), Magelang, Boyolali dan Klaten (Jateng) telah diungsikan sejak awal November.

Sementara di Jawa Timur, sejumlah rute penerbangan ke dan dari Banyuwangi diubah untuk menghindari potensi gangguan penerbangan dari sebaran abu vulkanik G. Semeru (3.676M) berbentuk kristal yang jika tersedot mesin bisa mengikis komponen pesawat.

Sedangkan di provinsi NTT, lebih 6.200 pengungsi masih bertahan di tenda-tenda darurat di ibukota Kab. Lembata, Lewoleba, akibat erupsi G. Ili Lewotolok (4.000M) yang melontarkan material sampai ketinggian empat Km dari puncak.

Selain itu, sebagian pengungsi juga ditempatkan di gedung-gedung kantor pemda, rumah ibadah dan sekolah, namun kondisi mereka cukup memprihatinkan akibat kurangnya pasokan masker, air bersih dan fasilitas MCK.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement