Waspada! Screen Time Berlebih Ganggu Perkembangan Otak Anak

Berlebihan brrmedsos dengan menggunakan gadget membuat anak-anak mengalami gangguan mental dan depresi (foto: haibunda)

JAKARTA – Memberikan ponsel atau tablet saat orang tua sibuk mungkin tampak sebagai solusi praktis untuk menenangkan anak. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layar secara berlebihan berdampak signifikan pada perkembangan anak.

Di era digital saat ini, teknologi memang sulit dihindari, tetapi jika tidak dikontrol dengan baik, waktu yang dihabiskan anak di depan layar bisa menimbulkan efek negatif yang tidak terduga.

Menurut penelitian dari National Institutes of Health, ada kaitan erat antara durasi penggunaan layar dengan perkembangan otak anak.

Dampak Screen Time Berlebihan pada Anak

  • Gangguan pada Perkembangan Otak

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari dengan perangkat digital mengalami perubahan dalam perkembangan otak mereka.

Pemindaian MRI mengungkap bahwa terjadi penipisan korteks otak yang lebih cepat dibandingkan anak-anak dengan screen time lebih rendah.

Padahal, korteks memiliki peran penting dalam pemrosesan informasi sensorik, pengambilan keputusan, dan fungsi kognitif lainnya.

  • Menurunnya Kemampuan Kognitif dan Bahasa

Anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di depan layar cenderung memiliki skor lebih rendah dalam tes berpikir dan bahasa.

Hal ini menunjukkan bahwa screen time berlebihan dapat menghambat perkembangan keterampilan kognitif dan bahasa, yang sangat berpengaruh pada interaksi sosial serta prestasi akademik anak.

Penelitian ini juga sejalan dengan temuan sebelumnya yang mengaitkan penggunaan layar berlebihan dengan risiko obesitas dan gangguan tidur.

Selain itu, maraknya media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Snapchat semakin memperumit pola konsumsi digital anak-anak, yang dapat mengganggu keseimbangan perkembangan mereka.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi dan membatasi waktu penggunaan gadget pada anak.

Memberikan kesempatan untuk beraktivitas fisik, bermain di luar ruangan, serta berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga dapat membantu memastikan perkembangan anak yang lebih optimal.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here