
JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menolak segala bentuk pemindahan paksa atau “pembersihan etnis” di Gaza.
Juru bicaranya, Farhan Haq, menyampaikan pernyataan ini sebagai tanggapan terhadap rencana Presiden AS, Donald Trump, yang ingin mengambil alih Gaza dan melarang warganya kembali ke wilayah tersebut.
“Jelas, Sekretaris Jenderal tidak setuju dengan apa pun yang melibatkan pemindahan paksa penduduk,” kata Haq dalam pengarahan PBB, Senin (10/2/2025).
Haq juga menambahkan bahwa pekan lalu Guterres telah menegaskan sikapnya, yaitu menolak segala upaya yang memaksa warga Palestina untuk meninggalkan wilayah mereka sebagai bagian dari kebijakan “pembersihan etnis.”
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa warga Palestina tidak akan diizinkan kembali ke Gaza setelah mereka dipindahkan ke komunitas baru di negara lain di Timur Tengah.
Saat mengumumkan rencananya, Trump mengklaim bahwa ia dapat meyakinkan Mesir dan Yordania untuk menerima pengungsi Palestina.
Namun, klaim tersebut telah dibantah secara terbuka oleh pemerintah Mesir, Yordania, serta rakyat Palestina sendiri.




