
PANDEMI global Covid-19 akibat paparan SARS-CoV-2 berawal dari kota Wuhan, China medio Desember 2019 dan dinyatakan berakhir 5 Mei 2023 ternyata masih ada ditanai dengan munculnya varian virus.
Ada 227 negara terpapar Covid-19 termasuk Indonesia dengan korban tewas sekitar 162.000 orang dan terpapar 6,8 juta orang, sementara di level global, korban tewas 6,97 juta jiwa, yang terpapar 701,75 juta orang, terbanyak di Amerika Serikat: meninggal 1,192 juta orang dan terpapar 110.528.762 orang.
Sementara itu, Kemenkes RI melalui laporan sistem surveilans penyakit minggu ke-30, (26/7) mengumumkan terjadinya kenaikan kasus COVID-19 serta dominasi varian baru di Indonesia.
Laporan tersebut mencakup hasil pemantauan rutin terhadap penyakit pernapasan, termasuk influenza dan COVID-19, yang dilakukan di 39 Puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan yang berfungsi sebagai sentinel site.
Pemantauan dilakukan untuk memonitor tren penyakit, tingkat keparahan gejala, hingga karakteristik molekuler virus yang beredar.
Data terbaru menunjukkan peningkatan positivity rate COVID-19, dari tiga persen pada minggu sebelumnya menjadi sembilan persen. Per minggu ke-29, dari 205 pemeriksaan, tercatat 15 kasus positif, terdiri dari enam kasus di sentinel ILI (influenza-like illness) dan sembilan kasus dari luar sentinel, dengan positivity rate 7,32 persen.
Hingga minggu ke-30, total kasus COVID-19 sepanjang tahun 2025 tercatat 291 kasus dari 12.853 spesimen yang diperiksa, menghasilkan positivity rate kumulatif sebesar 2,26 persen.
Sementara itu, jumlah kasus yang terdeteksi di lokasi sentinel hingga minggu ke-25 mencapai 82 kasus.
Terbanyak di DKI Jakarta
Kasus positif kumulatif tahun 2025 terbanyak dilaporkan di DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta. Adapun varian yang kini mendominasi di Indonesia adalah varian baru XFG atau kerap disebut ‘Stratus’.
“Pada Bulan Juni Varian dominan di Indonesia adalah XFG (75 persen pada Mei, dan 100 persen pada Juni), dan XEN (25 persen pada Mei),” demikian bunyi laporan Kemenkes, dikutip Minggu (27/7).
Untuk itu,Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala infeksi saluran pernapasan, menerapkan protokol kesehatan dasar, dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat, batuk, atau demam tinggi. Untuk itu, vaksinasi tetap dianjurkan terutama bagi kelompok rentan.
“Total kasus COVID-19 dari M1-M30 tahun 2025 sebanyak 291 kasus dari total 12.853 spesimen diperiksa (positivity rate 2,26%).
Jumlah kasus COVID-19 pada sentinel site hingga M25 berjumlah 82 kasus dari 2.613 spesimen diperiksa,” ungkap Kemenkes.
Waspada dan waspada! Kenakan masker dan terapkan paola hidup bersih, termasuk sering mencuci tangan! (kemenkes/ns)




