spot_img

WHO, UNAIDS Mendesak Tes HIV Berbasis Masyarakat

MANILA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Program Bersama PBB tentang HIV / AIDS (UNAIDS) mengatakan mereka akan mendorong tes HIV berbasis masyarakat dalam upaya untuk mengakhiri epidemi AIDS di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pernyataan bersama, WHO dan UNAIDS mengatakan, penelitian telah lama menunjukkan bahwa obat-obatan anti-retroviral (ARV) dapat mengurangi kematian terkait AIDS dan mencegah penularan HIV. Namun, manfaat ini hanya terjadi jika individu mengetahui menyadari status mereka sejak dini dan mulai melakukan pengobatan.

“Diagnosis HIV dini melalui pendekatan tes HIV yang berbeda telah menjadi strategi penting untuk pencegahan HIV dan kontrol di abad ke-21,” kata Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat Shin Young-soo.

“Selain itu, orang yang didiagnosis dengan HIV harus dihubungkan dengan perawatan dan memulai perawatan sedini mungkin untuk dapat manfaat ART,” katanya seperti dikabarkan Xinhua.

Untuk memperluas Tes HIV, Manajer HIV / AIDS dan Sexually Transmitted Infection (IMS) Nasional menyatakan, negara-negara di Asia Fasifik sudah menyepakati pendekatan diversifikasi untuk mendorong tes di kedua layanan formal dan berbasis masyarakat.

Rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya perlu menawarkan tes HIV secara sukarela dan memberikan konseling selama check-up rutin, termasuk kunjungan antenatal. Tes sukarela juga diminta kepada mitra intim orang yang hidup dengan HIV.

Model pengujian berbasis masyarakat termasuk tes skrining HIV yang cepat dan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat.

Jika hasil tes awal positif, tindak lanjut tes konfirmasi di fasilitas kesehatan rujukan.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles