
SEORANG warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi tentara Israel di tengah agresi brutal mereka di Jalur Gaza sejak 8 Oktober 2023 yang sudah menewaskan 71.000 lebih warga Palestina.
Informasi dari organisasi nonpemerintahan Israel Hatzlacha, yang dirilis Al Jazeera, mencatat lebih dari 50.000 tentara asing dari berbagai negara terutama Barat bergabung dengan pasukan Israel.
Mereka yang bergabung memiliki setidaknya kewarganegaraan ganda dan memiliki paspor selain dari Israel.
Dari data itu, tercatat satu diduga WNI yang memiliki kewarganegaraan ganda yang bergabung dengan pasukan Zionis.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, Indonesia secara jelas menganut asas kewarganegaraan tunggal dan tak mengizinkan dwi kewarganegaraan ganda bagi WNI dewasa. Tak cuma Indonesia, warga yang memegang paspor  Thailand dan Vietnam juga ikut gabung ke tentara Israel.
Sebanyak 47 warga yang memegang kewarga-negaraan ganda salah satunya dari Iran turut tercatat sebagai bagian dari pasukan Zionis. Namun, jumlah terbanyak warga asing yang masuk tentara Israel adalah Amerika Serikat. Setidaknya 12.135 tentara yang terdaftar di militer Israel memegang paspor Negeri Paman Sam.
Sebanyak 6.127 orang merupakan warga Prancis bergabung di pasukan Zionis, sedangkan WNÂ Rusia berada di urutan ketiga, dengan 5.067 warga yang bergabung dengan pasukan Israel, lalu Ukraina dengan 3.901 warga, dan Jeman dengan 1.668 warga.
Sebanyak 589 warga dari Afrika Selatan, 1.686 tentara yang memegang kewarganegaraan Brasil, 609 Argentina, dan 181 bergabung dengan Israel.
Militer Israel, yang turut membagikan data tersebut, mencatat tentara yang punya kewarganegaraan ganda dihitung lebih dari sekali dalam rincian itu.
Pasukan Israel diperkirakan berkekuatan 169.000 anggota personel aktif dan 465.000 personel cadangan. Dari jumlah ini, nyaris delapan persen berkewarga- negaraan ganda atau multi kewarganegaraan.
Sebelum ini juga viral di media tentang WNI perempuan yang bergabung dengan Army National Guard, di Maryland, AS bernama Kezia Shifa.
Alasannya, demi karier, mudah masuknya ketimbang mendatarkan di TNI dan mengaku akan kembali ke tanah air jika tugasnya selesai.
Ada juga mantan marinir, Satria Kumbara yang bergabung dengan tentara Rusia, gegara terjerat pinjol di tanah air. Ia dilaporkan tewas dalam suatu pertempuran melawan Ukraina.
Respons Kemlu RI
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Vahd Nabyl buka suara menyusul diduga WNI ikut bergabung dengan pasukan Israel.
“KBRI Amman belum mengetahui adanya informasi ini,” ujar Nabyl kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/2). Nabyl lalu menegaskan Kemlu siap bekerja sama dengan Kementerian Hukum guna menindaklanjuti WNI yang diduga masuk ke tentara Israel.
“Kemlu siap berkoordinasi dengan Kemenkum sebagai instansi yang berwenang terkait isu kewarganegaraan, untuk memverifikasinya lebih lanjut dan menindaklanjuti sesuai peraturan,” ujar dia.
CNNIndonesia.com sudah menghubungi Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej untuk dimintai tanggapan terkait hal tersebut. Namun, dia belum merespons.
Persoalan warga asing yang ikut bergabung dengan pasukan Zionis di tengah agresi Israel di Jalur Gaza memicu pertanyaan soal pertanggungjawaban hukum internasional. Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â (CNNI/Al Jazeera/kompas.com/ns)




