10 Desember, Hari HAM Internasional

Ilustrasi HAM/ the advocate.org

JAKARTA – Dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang  ditetapkan jatuh setiap 10 Desember, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) ikut membuka suara dan memberikan masukan kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dari sisi penegakan hukum terhadap HAM.

Koordinator KontraS, Haris Azhar, mengatakan dalam konteks segala upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM di Indonesia, menurutnya masih jauh dari kata terpenuhi atau belum terlaksana dengan baik.

“Negara hari ini masih memanjakan para pelanggaran HAM menikmati kekebalan hukum,‎” ujar Haris, seperti dilansir Okezone, Sabtu (10/12/2016).

Ditambahkan Haris, saat ini negara juga belum mampu mengupas tuntas segala kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Oleh karenanya, ia menganggap negara masih gagal dalam segi penegakan hukum terhadap HAM.

“Negara belum menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan dan keadilan masyarakat dan korban. Sementara penderitaan dan kekecewaan terus meluas,” ungkapnya.

Untuk itu KontraS berharap dengan momentum Hari HAM Internasional yang jatuh pada hari ini, Indonesia ‎kembali menunjukkan niatnya untuk menegakan keadilan terhadap pelanggaran HAM di masa lalu.

“Semoga masyarakat tetap semangat ketika negara masih abai HAM. ‎Selamat Hari HAM Internasional,” tandasnya.

Advertisement