JAKARTA – Tahun Baru Imlek, atau yang dikenal sebagai Xinjia, akan diperingati pada Rabu (29/1/2025). Perayaan ini merupakan momen penting bagi masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Pada Hari Raya Imlek, umat Konghucu dari etnis Tionghoa biasanya merayakan hari istimewa ini dengan berbagai kegiatan, salah satunya beribadah di klenteng.
Keberadaan klenteng di Indonesia cukup umum, mengingat komunitas Tionghoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keberagaman budaya Tanah Air.
Selain sebagai tempat ibadah, banyak klenteng di Indonesia yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur unik, menjadikannya tujuan wisata yang menarik.
Berikut adalah lima klenteng terbesar dan ikonik di Indonesia yang patut dikunjungi, terutama saat perayaan Imlek:
1. Klenteng Tay Kak Sie (Semarang)
Terletak di Semarang, Klenteng Tay Kak Sie adalah salah satu klenteng paling terkenal di Jawa Tengah. Daya tariknya terletak pada desain bangunan yang terinspirasi dari kapal Laksamana Cheng Ho dan ornamen khas abad ke-19.
Interior dan eksterior klenteng ini didominasi warna merah dan emas, memberikan kesan megah, terutama menjelang Imlek. Selain sebagai tempat ibadah, Tay Kak Sie juga menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang populer.
2. Klenteng Surga Neraka (Singkawang)
Di Singkawang, Kalimantan Barat, terdapat Klenteng Surga Neraka, salah satu klenteng terbesar di daerah tersebut. Nama asli klenteng ini adalah Vihara Dharma Suci Mulia, namun nama populernya mencuri perhatian.
Dengan patung dewa-dewi dan relief naga yang megah, klenteng ini menjadi pusat ibadah sekaligus daya tarik wisata. Keunikan namanya dan keindahannya menjadikannya destinasi wajib di Singkawang.
3. Klenteng Kwan Sing Bio (Tuban, Jawa Timur)
Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban merupakan salah satu klenteng terbesar di Asia Tenggara dengan luas mencapai 4 hektare. Selain tempat ibadah, klenteng ini juga memiliki fasilitas lengkap seperti pusat kuliner, toko suvenir, dan area parkir luas.
Dengan arsitektur yang megah dan fasilitas pendukungnya, Kwan Sing Bio menjadi destinasi wisata religi yang populer, sekaligus pusat kegiatan budaya masyarakat Tionghoa di Tuban.
4. Klenteng Cu An Kion (Rembang)
Klenteng Cu An Kion di Rembang dikenal dengan ukiran kayunya yang berwarna-warni dan altar khusus untuk Dewi Laut, Makco Tian Siang Sing Bo.
Meski pengunjung tidak diizinkan masuk ke area utama klenteng, keindahan arsitekturnya tetap membuatnya menarik untuk dikunjungi. Klenteng ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat setempat.
5. Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Palembang)
Palembang merayakan Imlek dengan meriah, salah satu ikon perayaannya adalah Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi. Klenteng ini memiliki desain yang unik dan dulu juga digunakan sebagai pusat pengobatan tradisional Tionghoa.
Berlokasi di Jl Perikanan, Palembang, klenteng ini dapat diakses melalui getek di sepanjang sungai, memberikan pengalaman wisata yang berbeda. Keindahan arsitektur dan sejarahnya menjadikan klenteng ini destinasi yang menarik.
Kelima klenteng ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol keberagaman dan warisan budaya di Indonesia. Keunikannya masing-masing menjadikan klenteng-klenteng ini layak untuk dikunjungi, baik sebagai destinasi wisata maupun untuk memahami lebih dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Tionghoa.




