5 Kriteria Jemaah Haji Lansia yang Disafariwukufkan, Apa Saja?

Ilustrasi. (Foto: TEA OOR/Shutterstock)

JAKARTA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan melaksanakan safari wukuf bagi jemaah lanjut usia (lansia) nonmandiri dan disabilitas. Persiapan safari wukuf melibatkan petugas layanan lansia, disabilitas, tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH), dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, menyatakan bahwa untuk program safari wukuf lansia nonmandiri tahun ini, PPIH mengalokasikan 27 jemaah dari setiap sektor. Kuota tersebut mempertimbangkan jumlah petugas yang akan membantu jemaah yang disafariwukufkan.

“Petugas akan mengurus jemaah tersebut, termasuk memandikan, menyuapi, dan kebutuhan individu lainnya. Pelaksanaan safari wukuf lansia non mandiri dilaksanakan tanggal 6 s.d.17 Zulhijah 1445 H,” kata Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (8/6/2024).

Ia menjelaskan bahwa PPIH telah menetapkan persyaratan bagi jemaah haji lansia dan disabilitas yang akan mengikuti safari wukuf, yaitu:

  1. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak mandiri (tirah baring) dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  2. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak bisa berjalan atau pengguna kursi roda karena sakit yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
  3. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, atau stroke (sedang-berat).
  4. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang baru pulang perawatan dari KKHI dengan kondisi lemah.
  5. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang masuk dalam kriteria risiko tinggi yang ditentukan petugas kloter.

Widi juga mengingatkan bahwa sesuai dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi, seluruh jemaah haji harus memiliki smart card sebagai syarat masuk ke Armuzna. PPIH mengingatkan jemaah untuk menyimpan smart card dengan baik.

“Pastikan tersimpan di tempat aman, untuk menghindari potensi hilang dan tertinggal, jemaah agar tidak membawa smart card miliknya saat bepergian ke luar hotel. Segera lapor ke petugas sektor bila smart card miliknya hilang untuk segera di lakukan penggantian,” ucapnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here