JAKARTA – Dompet Dhuafa pada Senin (11/5/2020) resmi merestrukturisasi beberapa jajaran direksinya, dengan dilakukannya serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg. Imam Rulyawan MARS., di Gedung Philantropy, Jatipadang, Jakarta Selatan.
Penyegaran yang dilakukan diantaranya Direktur Mobilisasi Wakaf Yuniarko S. ke Direktur Remo Doni Marlan, dan Direktur Mobilisasi Wakaf, Yuniarko S. Ke Direktur Pengembangan Wakaf, Anna Rahmawati.
Ada juga penyerahan jabatan Direktur BOS kepada Benny, dari direktur sebelumnya, Anna Rahmawati. Satu perubahan lagi ialah Direktur Sosial Bisnis, drg. Imam Rulyawan ke Direktur Social Enterprise, Guntur Subagja.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi, menyampaikan harapannya terhadap penyegaran struktur tersebut terutama dalam hal wakaf, perlu adanya inovasi agar wakaf di Indonesia berkembang seperti halnya zakat.
“Wakaf yang selama ini sudah kita bangun, kita rawat dan kembangkan. Namun juga perlu ada inovasi baru, terobosan yang sifatnya alternatif. Bahwa wakaf Indonesia ke depan mau dibawa ke mana. Karena wakaf ini adalah solusi umat. Selain zakat ada juga wakaf. Seperti kita tahu, wakaf di Indonesia masih kurang populer dibanding zakat. Padahal kalau kita lihat di negara lain, seperti Arab Saudi nama kementeriannya adalah menteri wakaf, bukan menteri zakat,” terangnya.
Adapun posisi Direksi Dompet Dhuafa untuk masa bakti 2020, sebagaimana dilansir dompetdhuafa.org adalah Direktur Eksekutif, drg. Imam Rulyawan, MARS, Direktur BOS (Business Operating System), Benny, Direktur Resources Mobilization, Doni Marlan, Direktur Pengembangan Zakat, Bambang Suherman, Direktur Pengembangan Wakaf, Anna Rahmawati, Direktur Dakwah, Budaya & Pemberdayaan Masyarakat, Ust. Ahmad Sonhaji, Direktur Social Enterprise, Guntur Subagja dan Direktur DMC, Benny.





