LONDON – Pendapatan Bandara Heathrow Inggris merosot hingga 2 miliar pound ($ 2,8 miliar) per tahun setelah jumlah penumpang turun ke tingkat yang terendah seperti di tahun 1970-an karena dampak pandemi.
Heathrow meminta pemerintah untuk menyetujui standar perjalanan internasional yang umum untuk memungkinkan penumpang mulai terbang lagi di musim panas dan memberikan keringanan pajak bisnis untuk bandara guna membantu mereka keluar dari krisis.
Bandara, sebelah barat London itu berharap dunia pariwisata dibuka kembali mulai pertengahan Mei setelah pengumuman pemerintah tentang pelonggaran lockdown pada hari Senin.
Masih menjadi bandara terbesar di Inggris, Heathrow tahun lalu kehilangan gelarnya sebagai bandara tersibuk di Eropa yang pindah ke bandara Paris karena jadwal penerbangannya lebih padat daripada Inggris.
Dikutip dari Reuters, pejabat bandara tersebut mengatakan pada hari Rabu (24/2/2021) bahwa selama tahun 2020 jumlah penumpang menyusut 73% menjadi 22 juta orang, dengan setengah dari orang-orang tersebut telah melakukan perjalanan selama Januari dan Februari sebelum COVID-19 menutup perjalanan global.





