Kawula Muda AS Menjauhi Politik

Ilustrasi remaja muslim di AS. Partisipasi penduduk dalam Pemilu Sela (8/11) lalu terutama kaum remaja sangat rendah (total partisipasi sekitar 46 persen)

KURANG dari separuh (46,9 persen) warga negara di negeri Paman Sam atau Amerika Serikat yang mengikuti pemilihan sela atau paruh waktu (midterm) yang digelar negara itu Selasa lalu (8/11).

Pusat Pantaua Pemilu Universitas Florida, ElectProject melaporkan, hingga Kamis (10/11), hanya 238,47 juta warga AS yang menggunakan hak pilihnya, jadi lebih separuh yang tidak menggunakannya.

Tingkat partisipasi warga dii 24 negara bagian di AS dilaporkan berada di bawah rata-rata partisipasi nasional, bahkan di lima negara bagian tidak sampai 40 persen.

Sikap acuh kelompok milenial terkait politik tercermin dari rendahnya partisipasi warga dalam Pemilu pada penduduk usia di bawah 30 tahun , berbeda dengan penduduk usia di atas 50 tahun yang tingkat partisipasinya jauh lebih tinggi.

Direktur Renewing Amerika Initiative Council on Foreign Relation Christopher Tuttle mengingatkan, angka partisipasi pemilih sudah sejak lama digunakan untuk mengukur kadar demokrasi di sana.

“Rendahnya pemilih merupakan salah satu indikasi mereka tidak percaya pada  prosedur demokrasi.

Sementara dalam jajak pendapat The New York Times bersama Sienna College  terungkap, hanya tujuh persen responden menganggap demokrasi sebagai masalah penting bagi AS.

“Kondisi tersebut ironis, mengingat AS terus mempromosikan demokrasi ke manca negara, bahkan negara itu terus mengamati jalannya pemilu-pemilu di negara lainnya, “

Sedangkan perhitungan hasil pemilu sela yang digelar Selasa lalu belum selesai sehingga 74 dari 435 kursi di DPR belum diketahui akan diduduki kubu Partai Demokrat atau Partai Republik, begitu pula di senat dimana empat dari total 100 kursi belum diketahui siapa yang akan memenangkannya (Kompas/AP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement