Gelombang panas di AS, Eropa dan Jepang

Suhu panas ekstrim sampai 40 derajat C diprakirakan akan melanda Amerika, dratan Eropa da Jepang elama Jli dan Agustus.

PUSAT Prakiraan Cuaca Jarak Menengah Eropa mengingatkan, cuaca panas tidak normal tertinggi (sampai 40 derajat Celsius) bakal melanda daratan Eropa pada Juli sampai Agustus.

Panas terburuk, kata  Samantha Burgess pada CBS News, (2/7) bakal melanda kawasan Eropa selatan, sementara di Prancis, Belgia dan Belanda, suhu udara juga bisa mencapai 40 derajat C.

Observatorium Fabra di Barcelona melaporkan suhu rata-rata Juni lalu 26 derajat Celcius, memecahkan rekor rata-rata terpanas sebelumnya, bahkan pada Senin (30/6)  suhu tertinggi mencapai 37,8 derajat C.

Padahal, Barcelona biasanya terhindar dari panas terburuk di Spanyol, karena lokasinya di antara perbukitan dan Mediterania di sudut timur laut Spanyol.

Anggota Tim Layanan Cuaca Spanyol Ramon Pascual  menyebutkan, gelombang panas sangat hebat yang datang di awal musim panas itu jelas berkaitan dengan pemanasan global.

Pascual menambahkan penduduk wilayah Mediterania tidak terbantu oleh meningkatnya suhu laut, yang sangat

Tak hanya di Barcelona, Paris juga merasakan hal yang sama. Saat cuaca sangat terik.

Di Prancis, badan cuaca nasional Météo-France menempatkan beberapa departemen dalam status siaga merah tertinggi, terutama wilayah Paris yang paling terdampak. Lebih dari 1.300 sekolah ditutup sebagian atau seluruhnya.

Menara Eiffel ditutup

Pengunjung Menara Eiffel yang tidak memiliki tiket diminta menunda kunjungan karena puncak bangunan penting kota itu ditutup hingga Kamis untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan semua orang.

Menara Eiffel, yang buka 365 hari setahun dan merupakan salah satu objek wisata terbesar di dunia, jarang ditutup. Menara itu sempat ditutup sepekan Februari 2024 karena pemogokan.

Kota ini juga tutup selama sekitar tiga bulan pada awal tahun 2020 karena pandemi Covid-19, penutupan terlama sejak Perang Dunia II.

Sementara di Eropa selatan, 17 dari 27 kota besar di Italia juga mengalami gelombang panas. Terjadi hujan deras di utara Italia pada Senin, tetapi dekat Bologna, cuaca ekstrim merenggut merengut nyawa.

Di kota Soest, Belanda, petugas tanggap darurat mengatakan membawa selang pemadam kebakaran dalam setiap kegiatan warga.

Tak hanya terjadi di eropa, fenomena cuca ekstrem yang mengakibatkan gelombang panas juga terjadi di Jepang sepanjang Juni lalu.

Dikutip dari Asahi Shimbun, Badan Meteorologi  Jepang (JMA) mencatat,  bulan Juni 2025 lalu sebagai Juni terpanas di sana.

Suhu panas pada bulan Juni tersebut, secara resmi juga dinyatakan memecahkan rekor pencatatan yang sudah dimulai oleh JMA sejak tahun 1898.

Menyusul gelombang panas yang tidak biasa dan intens, rata-rata suhu nasional untuk bulan Juni mencapai 2,34 derajat celsius, lebih tinggi dari rerata suhu tahunan di Jepang.

Dalam rilis yang diterbitkan, Selasa (1/7), JMA menyebut, suhu terpanas pada bulan Juni 2025 lalu juga melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada 2020.

Adapun suhu di bulan Juni 2025 lalu, memecahkan rekor dengan margin yang signifikan ungkap pihak JMA melalui rilisnya.

Lima tahun lalu, kenaikan suhu pada Juni hanya berkisar 1,43 derajat celsius dari rata-rata tahunan.

Menurut analisa pihak JMA, fenomena gelombang panas ekstrem ini disebabkan oleh pergeseran angin barat ke utara dan sistem tekanan tinggi Pasifik yang kuat.

JMA mencatat sekitar 16 Juni lalu, massa udara hangat dari selatan mulai melanda kepulauan Jepang dan membawa rangkaian hari dengan suhu di atas 35 derajat.

Suhu tertinggi yang tercatat antara lain 38,2 derajat celsius di Kofu dan 37,8 derajat celsius di Fukuchiyama, Prefektur Kyoto. Dari 914 lokasi yang dipantau JMA, 196 lokasi memecahkan rekor suhu Juni.

Heat Dome di AS

Sementara di AS, dikutip dari USA Today 17 Juni lalu, kubah  panas (hat dome) melanda sebagian wilayah negeri itu, di sejumlah lokasi melampaui 37,7 derajat Celsius.

Suhu panas muncul di seluruh Plains di Amerika pada 20 Juni 2025. Plains merupakan wilayah luas dengan permukaan yang rata-rata datar.

Panas kemudian meningkat di beberapa wilayah Midwest dan Great Lakes selama akhir pekan. Suhu panas diperkirakan berlanjut di seluruh Lembah Ohio, Timur Laut, dan Atlantik Tengah.

Menurut Erdman, perubahan pola aliran suhu menyebabkan gelombang panas. Secara khusus, di bagian timur AS terbentuk kubah panas atau  semacam gelembung tekanan tingi yang kuat.

Heat dome adalah fenomena ketika sistem bertekanan tinggi memerangkap panas, peristiwa ini biasanya muncul di sebagian Eropa pada pertengahan tahun, Juni di sebagian negara selain AS seperti Yunani, Spanyol, dan Prancis.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here