
REPUBLIK Indonesia dan sejumlah negara Arab dan Muslim mengecam dua rancangan undang-undang (RUU) Israel yang menyerukan aneksasi atau pencaplokan wilayah Tepi Barat, Palestina.
Hal itu terungkap dalam pernyataan bersama RI dan negara negara Arab yang dilaporkan Al Arabiya seperti dikutip Kompas.com Jumat (24/10) setelah anggota parlemen Israel, Knesset, memutuskan untuk mempertimbangkan pengesahan kedua RUU.
“Arab Saudi, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Djibouti, Oman, Gambia, Palestina, Qatar, Kuwait, Libya, Malaysia, Nigeria, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras pengesahan RUU oleh Knesset Israel,”demikian bunyi pernyataan bersama yang dilaporkan Saudi Press Agency (SPA).
Negara-negara yang disebutkan dalam pernyataan bersama itu mengecam langkah Israel itu dengan menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional”.
Rabu, 22 Okt lalu, Knesset memberikan suara untuk mempertimbangkan dua RUU yang secara efektif akan mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat — wilayah Palestina yang diduduki Israel seak 1967.
Langkah tersebut bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Israel pada Rabu (22/10) dan Menlu AS Marco Rubio, Kamis (23/10).
Vance, dalam tanggapannya, menyebut langkah parlemen Tel Aviv itu sebagai “political stunt” atau ” aksi politik” bodoh dan menghina AS.
“Jika itu adalah political stunt, maka itu aksi yang bodoh, dan saya pribadi merasa sedikit terhina karena itu,” sebutnya.
Rubio juga memberikan reaksi keras dengan menyebut langkah Tel Aviv itu berpotensi mengancam kesepakatan damai Gaza, yang diwujudkan dengan mediasi AS bersama Mesir dan Qatar.
Kesepakatan itu didasarkan atas rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza.
“Presiden (Trump) telah menjelaskan dengan jelas bahwa itu bukanlah sesuatu yang bisa kami dukung dan kami pikir, itu berpotensi mengancam kesepakatan damai,” tegas Rubio dalam tanggapannya.
Sementara Trump sendiri, dalam wawancara dengan majalah TIME, 5 Oktober lalu yang diterbitkan Kamis (23/10), memperingatkan bahwa Israel akan kehilangan dukungan AS jika melanjutkan pencaplokan Tepi Barat.
“Itu tidak akan terjadi karena saya sudah berjanji kepada negara-negara Arab… Israel akan kehilangan semua dukungan Amerika Serikat jika hal itu dilanggar,” tegas Trump.
Di tengah kemajuan upaya penyelesaian konflik di Gaza yang diprakasai AS, Mesir, Qatar dan Turki saat ini, Israel terus juga mencari cari celah yang menguntungkannya.
(Al Arabiya/kompas.com/ns)




