MYANMAR – Jumlah korban tewas akibat serangan yang dilakukan oleh militan Rohingya pada hari Jumat (25/8/2017) telah meningkat menjadi 89 orang, termasuk 77 militan dan 12 anggota pasukan keamanan.
Dilansir Reuters, sumber keamanan Myanmar juga mengatakan setidaknya satu serangan baru telah terjadi pada hari Sabtu.
Pemimpin nasional Aung San Suu Kyi mengutuk serangan pagi di hari Jumat, dimana gerilyawan Rohingya memegang senjata, tongkat dan bom buatan rumah untuk menyerang 30 kantor polisi dan sebuah pangkalan militer, sementara pemerintah mengevakuasi staf dan penduduk desa untuk menyelamatkan diri.
Perlakuan terhadap sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya telah muncul sebagai tantangan terbesar bagi penerima Nobel Perdamaian Nobel 16 bulan tersebut.
Suu Kyi telah dituduh tidak merespon kekerasan terhadap minoritas yang teraniaya tersebut dan mempertahankan serangan balik brutal militer tersebut setelah serangan Oktober.




