Kewirausahaan Sosial Bisa Jadi Terobosan untuk Entaskan Kemiskinan

Kewirausahaan sosial

JAKARTA (KBK) – Guna mempersempit jurang ketimpangan kesejahteraan sosial di Indonesia, Dompet Dhuafa bersama Bina Swadaya melakukan startegi pendekatan kewirausahaan sosial (Social enterprenership) sebagai upaya menyelesaikan permasalahan sosial dan pengentasan kemiskinan.

Direktur Usaha Sosial Dompet Dhuafa Rini Suprihartanti menuturkan kewirausahaan sosial mencoba mendekati penyelesaian permasalahan tersebut dengan mengintegrasikan 2 misi, yaitu dengan tujuan pencapaian misi sosial dimana pelaku kewirausahaan sosial melakukan upaya dengan menjalankan operasional bisnis.

“Pendekatan ini bisa jadi terobosan dan akan efektif karena masyarakat akan langsung terlibat secara produktif untuk menyelesaikan permasalahan yag dihadapi,” ujar Rini diacara Prescon Social Enterprise Advocacy and Leveraging (SEAL) di Jakarta, Kamis (14/9).

Selain itu, menurut Pendiri Bina Swadaya Bambang Ismawan ditingkat Internasional Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya juga bersama-sama terlibat sebagai pendiri Institute of for Social Enterpreneurship in Asia (ISEA). Bambang menambahkan pendekatan kewirausahaan sosial tersebut akan lebih dikembangkan secara periodik melalui konverensi SEAL di Bali pada 26 – 30 September mendatang.

“Sepuluh tahun lalu istilah kewirausahaan sosial hampir tidak disebut. Tetapi sekarang kewirausahaan sosial sudah menjadi acuan sejumlah LSM dan NGO untuk mengentaskan kemiskinan,” jelas Bambang.

Rini menimpali di sana nantinya Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya bakal mempromosikan dampak sosial dari Sosial Enterprise terhadap SDGs serta berperan menjadi local komite penyelengfara SEAL.

“Ini bisa menjadi ajang pertukaran pengalaman dari pelaku, peneliti dan pengembangan Sosial Enterprise untuk memperkarya dan memperkuat pola pengembangan sosial enterprise,” jelas Rini

Advertisement