
UKRAINA – Jelang pertemuan NATO, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mendesak sekutu-sekutunya dan NATO agar mengulurkan bantuan.
Ukraina, yang berlatih untuk menghadapi invasi Rusia, menyatakan, kemungkinan terjadinya perang habis-habisan dengan negara tetangganya itu sangat tinggi setelah kapal-kapal angkatan lautnya diserang di Laut Azov. Karena itu angkatan bersenjatanya bersiap untuk menghadapi konflik.
Poroshenko menyatakan,“Ini adalah ancaman yang sangat besar dan bersama-sama, dengan sekutu-sekutu kita, kita mencari tanggapan yang tepat untuk ini.”
Poroshenko menghendaki NATO untuk mengirimkan kapal-kapal perang ke Laut Azov. Aliansi tersebut sedang di bawah tekanan untuk memberikan tanggapan kuat pada pertemuan puncak menteri-menteri luar negeri NATO.
Jens Stoltenberg, Sekjen NATO, mengemukakan, “Kami menyerukan kepada Rusia agar memastikan akses tanpa hambatan ke pelabuhan-pelabuhan Ukraina dan memberikan kebebasan navigasi kepada Ukraina di Laut Azov dan Selat Kerch,” ujarnya, dikutip VOA.
Sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump telah membatalkan pertemuan yang telah direncanakan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT G-20.
Selain belanja militer, menteri-menteri luar negeri NATO juga akan membahas Ukraina dan ambisi Georgia untuk bergabung dengan aliansi ini.
Para menteri luar negeri NATO juga dijadwalkan untuk membahas Operation Resolute Support in Afghanistan, di mana sekitar 16 ribu personel dari 39 negara NATO dan negara-negara mitra terlibat dalam melatih dan membantu pasukan Afghanistan, pada Selasa (4/12/2018) di Brussels.




