Aung San Suu Kyi Diduga (sudah) Meninggal

Aung San Suu Kyi, pejuang demokrasi dan peraih Nobel Perdamaian asal Myanmar, diduga puteranya sudah meninggal di dalam bui rezim junta militer Myanmar. Sudah dua tahun tidak pernah muncul di depan publik (foto: the Independent)

KIM ARIS, putera mantan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, mengungkapkan kekhawatirannya pada kondisi ibunya yang masih mendekam di penjara isolasi di bawah pengawasan rezim junta militer Myanmar.

Kim Aris seperti dikutip Reuters dan the Independent mengatakan, tak seorang pun mengetahui kabar ibunya yang kini berusia 80 tahun dan menderita komplikasi penyakit selama dua tahun terakhir.

“Dia memiliki masalah kesehatan yang berkelanjutan. Tidak ada yang melihatnya selama lebih dari dua tahun,” ujarnya, dikutip dari Independent, Selasa (16/12).

“Dia tidak diizinkan untuk berhubungan dengan tim pengacaranya, apalagi keluarganya. Sejauh yang saya tahu, dia mungkin sudah meninggal,” lanjutnya.

Tak pernah menerima kabar secara lengkap,  Kim mengaku hanya menerima laporan sepotong-sepotong tentang kondisi ibunya.

Pria berkewarganegaraan Inggris ini sedang berada di Jepang untuk bertemu berbagai politisi dan pejabat pemerintah.

Ia menyerukan kepada pemerintah asing untuk mendesak pembebasan Suu Kyi dan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap junta Myanmar.

Kim memimpin aksi protes di luar kedutaan Myanmar di Tokyo bersama para pendukungnya yang menuntut pembebasan Suu Kyi.

Demonstrasi digelar untuk memprotes rencana junta militer melanjutkan tahap pertama pemilihan umum pada 28 Desember.

“Saya membayangkan Min Aung Hlaing (pemimpin junta Myanmar) memiliki agenda sendiri terkait ibu saya,” jelas dia.

“Dia ingin menggunakan ibu saya untuk mencoba menenangkan masyarakat umum sebelum atau sesudah pemilihan dengan membebaskannya atau menempatkannya dalam tahanan rumah, setidaknya itu akan menjadi sesuatu yang baik,” sambungnya.

Sebaliknya, merespons pernyataan Kim Aris, junta Myanmar mengatakan, Aung San Suu Kyi dalam kondisi sehat.

“Daw Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat,” demikian pernyataan yang diunggah melalui Myanmar Digital News yang dikelola junta, dikutip dari Reuters, Rabu (17/12).

Namun, pernyataan itu tidak disertai bukti atau detail mengenai kondisi Suu Kyi. Tak adanya bukti itu juga disorot oleh Kim Aris.

“Pihak militer mengeklaim dia dalam keadaan sehat, namun mereka menolak memberikan bukti independen apa pun,” kata Kim.

“Tidak ada foto terbaru, tidak ada verifikasi medis, dan tidak ada akses bagi keluarga, dokter, atau pengamat internasional.

Jika dia benar-benar sehat, mereka dapat membuktikannya,” lanjut Kim.

Ditahan dan diisolasi

Aung San Suu Kyi ditahan dan diisolasi dari dunia luar setelah pemerintahanya yang diperoleh dari hasil kemenangan pemilu dibatalkan oleh rezim militer pada 2021.

Suu Kyi merupakan perah Nobel Perdamaian dan simbol gerakan pro demokrasi Myanmar.

Pada 2022, setelah persidangan yang secara luas dianggap bermuatan politis, Suu Kyi dijatuhi hukuman 33 tahun penjara atas serangkaian tuduhan, namun, tuduhan-tuduhan itu dikecam secara luas oleh kelompok hak asasi manusia internasional dan menganggapnya sebagai rekayasa.  Suu Kyi diyakini ditahan dalam isolasi di Naypyidaw, ibu kota Myanmar.

Sampai akhir hayatnya, bisa jadi Suu Kyi tidak bakal menyaksikan apalagi menikmati hasil pengorbanan dan perjuangannya membela demokrasi dan keadilan, namun harum semerbak sosokya akan tetap dikenang, baik di negerinya maupun di kancah global.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here