Awas! Varian Baru Orthrus

WALAU tren paparan harian kasus Covid-19 di Indonesia dan secara global terus menurun, kewaspadaan masih perlu dan prokes harus diteruskan mengingat munculnya sejumlah varian dan subvarian baru.

Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (23/2) mengungkapkan,  sudah ada 53 kasus Covid-19 subvarian Omicron CH.1.1 atau varian Orthrus di Indonesia, terbanyak (30 kasus) ditemukan di wilayah DKI Jakarta.

Lebih jauh Nadia mengungkapkan, varian Orthrus yang berada dalam pantauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penyebarannya di Indonesia merupakan transmisi lokal, bukan lagi dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Seperti varian lainnya yang juga sedang dipantau yakni XBB 1.5 atau Kraken, potensi penularan varian Orthrus mirip, walau pun varian ini tidak tercatat memicu kenaikan kasus Covid-19 di berbagai negara.

Sebelumnya Jubir Kemenkes dr. M. Syahril mengatakan, kasus pertama Orthrus di Indonesia dilaporkan pada 11 Oktober 2022 dengan karakteristik lebih cepat menular dibandingkan dengan subvarian sebelumnya.

Namun, menurut dia, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan tingkat kesakitan dan kematian akibat Orthrus lebih parah dari subvarian sebelumnya.

Sedangkan pada tatanan global, Orthrus dilaporkan pertama kali muncul di India pada Juli 2022. Hingga 18 Januari 2023, sudah dilaporkan sebanyak lebih dari 12.000 kasus di 66 negara, kasus terbanyak di Inggris, Denmark, Singapura, dan Selandia Baru.

Orthrus yang masuk kategori variants under monitoring (VuM) dianggap WHO  sebagai salah satu garis keturunan dari varian BA 2.75.  Artinya, varian ini dicurigai memiliki karakteristik virus yang berpotensi  memicu risiko di masa mendatang.

Waspadada dan waspada!

 

 

 

 

Advertisement