BPBD: Banjir Bandang Pulau Siau Tewaskan 16 Warga

Ilustrasi Banjir bandang di Tapanuli Selatan/ foto: Tribun Medan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, melaporkan banjir bandang yang melanda Pulau Siau menyebabkan sebanyak 16 warga meninggal dunia.

Bencana terjadi pada Senin, 5 Januari 2026 sekitar pukul 02.45 Wita setelah hujan berintensitas lebat mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih lima jam tanpa henti.

BPBD menyebutkan penanganan darurat telah dan sedang dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Upaya yang dilakukan meliputi pencarian dan penyelamatan korban, evakuasi warga terdampak, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material lumpur dan bebatuan akibat aliran dari wilayah hulu.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat langkah pemulihan. Dengan penetapan itu, koordinasi lintas-instansi dan penyaluran bantuan logistik bagi pengungsi akan semakin dimasifkan, termasuk pengerahan personel tambahan dan peralatan kebencanaan.

Menurut laporan BPBD, banjir bandang berawal dari curah hujan ekstrem yang memicu longsoran dan membawa material dalam jumlah besar ke kawasan permukiman. Sejumlah rumah warga tertimbun, sementara fasilitas umum dan jaringan transportasi antar-desa dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat.

Hingga Selasa, 6 Januari 2026, tim gabungan masih melakukan pendataan kerugian serta kebutuhan mendesak warga. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan mengikuti arahan petugas di lokasi terdampak agar proses evakuasi dan pemulihan dapat berjalan aman serta cepat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here