JAKARTA, KBKNEWS.id – Pendakwah asal Jepang, Sensei Sugimoto, membagikan pengalaman spiritual usai menunaikan ibadah haji sekaligus mengulas tantangan menjaga istiqomah bagi para mualaf yang hidup sebagai minoritas di Jepang.
Pesan tersebut disampaikan dalam Safari Dakwah yang digelar Dompet Dhuafa di Masjid Adz Dzikri, Pesona Khayangan, Beji, Depok.
Dalam tausiahnya, Sensei Sugimoto menjelaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar rangkaian ritual, tetapi menjadi gambaran perjalanan tobat manusia kepada Allah SWT. Ia mengibaratkan Arafah sebagai dunia tempat manusia kembali memohon ampun, sebagaimana kisah Nabi Adam AS yang bertobat setelah diturunkan dari surga.
Sementara itu, prosesi melempar jumrah dimaknai sebagai simbol perjuangan melawan godaan setan dengan senjata berupa iman dan amal saleh.
Sensei Sugimoto juga mengingatkan pentingnya mengenali tipu daya setan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, godaan tidak selalu datang dalam perkara besar, tetapi sering muncul melalui persoalan kecil yang dapat memecah belah keluarga maupun sesama Muslim. Karena itu, menjaga keimanan harus diwujudkan dengan memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi hal-hal yang membawa mudarat.
Ia menilai tantangan terbesar mualaf di Jepang justru dimulai setelah mengucapkan syahadat. Mereka membutuhkan pendampingan, pendidikan agama, serta lingkungan yang mendukung agar tetap istiqomah menjalankan ajaran Islam di tengah masyarakat yang mayoritas non-Muslim.
Melalui kegiatan Safari Dakwah, Dompet Dhuafa turut mengajak masyarakat Indonesia mendukung pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba, Jepang.
Masjid tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan mualaf, Islamic Cultural Center, pusat pendidikan Islam, serta pengembangan ekonomi halal bagi komunitas Muslim di Jepang.
Sensei Sugimoto berharap hadirnya Masjid Al-Muttaqin dapat menjadi rumah bagi para mualaf untuk belajar, beribadah, dan saling menguatkan. Menurutnya, syahadat hanyalah permulaan, sedangkan istiqomah merupakan perjuangan yang harus terus dijaga sepanjang hayat.





