JAKARTA, KBKNEWS.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana melibatkan mahasiswa teknik sipil sebagai konsultan sekaligus pengawas pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
Para mahasiswa yang direkrut akan mendapatkan honor harian sekitar Rp 200.000–Rp 300.000.
Dedi mengatakan, langkah ini sudah ia sampaikan kepada Kepala Dinas PU Pembangunan Infrastruktur Jabar. Menurutnya, mahasiswa bisa ikut mengawasi proyek sekaligus memperoleh tambahan biaya kuliah. “Lumayan kalau anak-anak mahasiswa dapat honor Rp 250 ribu sehari, bisa membantu uang saku dan meringankan beban orangtua,” ujarnya di Gedung Sate, Bandung.
Selain membantu mahasiswa, Dedi yakin kehadiran mereka akan membuat kontraktor bekerja lebih hati-hati karena berhadapan dengan pengawas yang kritis dan objektif. “Mereka akan berhadapan dengan anak-anak yang idealis,” katanya, seperti dilansir kompas.com.
Ia juga menyampaikan bahwa rencana ini sudah dibicarakan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan menandatangani MoU teknis sebagai tahap awal program.
Di luar itu, Dedi menyinggung pentingnya pembelajaran matematika terapan, khususnya di SMK. Ia meminta guru mengajak siswa menghitung langsung kebutuhan bangunan di lingkungan sekolah, mulai dari panjang–lebar konstruksi hingga jumlah semen dan pasir yang dipakai. Menurutnya, cara ini membuat siswa lebih memahami konsep dasar teknik dan penerapannya.
Program perekrutan mahasiswa ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pengawasan proyek sekaligus memberi pengalaman kerja nyata bagi generasi muda.




