Semeru Berstatus Awas, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

ilustrasi Gunung Semeru meletus pada Sabtu 16 Januari 2021/ Foto: Inews

JAKARTA, LBKNEWS.id – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi hingga statusnya dinaikkan ke Level IV atau Awas.

Dalam enam jam terakhir, tercatat 32 kali gempa guguran sejak pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, Kamis (20/11).

Petugas Pos Pengamatan Semeru, Yadi Yuliandi, menjelaskan aktivitas kegempaan itu memiliki amplitudo 3–16 mm dengan durasi 69–108 detik. Selain guguran, Semeru juga mencatat 25 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm serta satu gempa embusan dan satu gempa tektonik jauh.

Secara visual, puncak Semeru terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut. Cuaca di sekitar gunung cenderung mendung dengan angin lemah ke arah utara, tenggara, dan selatan.

Status Awas diberlakukan sejak Rabu (19/11) pukul 17.00 WIB. PVMBG mengimbau warga menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak, termasuk tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar terutama di alur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here