spot_img

Dugaan Kecurangan Pemilu Bermunculan

DUGAAN adanya sejumlah kecurangan dan pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM) dalam pemungutan suara pemilu 2024 yang digelar, Kamis (14/2) mulai bermunculan.

Tim Pemenangan Nasional Paslon No.Urut 3 (Ganjar Pranowo – Mahfud MD)  Lumban Tobing dalam dialog di TV swasta (16/2)  mengungkapkan, pelanggaran terjadi di berbagai TPS di seluruh Indonesia.

Terkait surat suara, menurut dia, datanya sudah terisi di sirekap sebelum diinput setelah pencoblosan pada 14 Feb., sementara hasil scanned data (formulir C1) yang diinput oleh KPPS berbeda dengan data di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang dikelola KPU.

Pencoblosan kertas suara lebih dulu ditemukan di banyak TPS di desa-desa dan wilayah pinggiran, sementara penggiringan opini melalui survei berbayar yang dilakukan prapencoblosan, quick count juga terjadi.

Kecurangan lainnya berupa penggelontoran BLT dam bansos, intimidasi pada aparat desa, serangan fajar dengan bagi-bagi amplop, mengubah tulisan tangan di lembar form C hasil dan DPT palsu.

Jubir Paslon No. Urut 1 (Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar) Refly Harun juga menilai ada penggelembungan jumlah suara yang menguntungkan paslon no. 2 atau pemangkasan yang merugikan paslonnya.

Sebaliknya, jubir Paslon No. Urut 2 (Prabowo Subianto – Gibran Rakabumig Raka), Andre Rosiade di tempat terpisah dengan enteng mengemukakan, hal yang biasa terjadi, pihak yang merasa bakal kalah selalu menuding terjadinya kecurangan.

Sementara Presiden Jokowi meminta semua pihak yang mengetahui kecurangan pada Pemilu 2024 agar mengikuti prosedur pelaporan melalui Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi.

“Ada saksi di TPS dari parpol, kontestan capres dan cawapres dan ada juga aparat, “ ujarnya.

Terkait dugaan pelanggaran, Bawaslu menemukan 44 lembar surat suara di Jawa Barat, lebih 20 lembar diantaranya lembar surat suara yang gambar paslon presiden dan capresnya sudah dicoblos sebelum 14 Feb.

Sementara anggota Bawaslu Sumatera Barat M. Khadafi mengemukakan, pemungutan suara berjalan lancar di seluruhya 17.569 TPS walau ada yang harus mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena tidak sesuai prosedur, misalnya pemilih yang tidak terdaftar di DPT atau pemilih dari daerah lain yang tidak membawa surat pindah ikut mencoblos.

KPU juga sudah mengakui menemukan 2.325 TPS yang salah konversi form model C atau catatan hasil penghitugan suara Pemilu 2024, sedangkan Bawaslu menemukan 80.000 pemilih dalam satu TPS, padahal seharusnya  maksimalh hanya 300 pemilih untuk setiap TPS.

Usut tuntas semua kecurangan, agar paslon presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD dan DPRD yang terpilih nanti adalah tokoh-tokoh  yang pantas dan amanah, dihasilkan dari pemilu yang jurdil dan bermartabat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles