spot_img

Iran tantang Israel

IRAN dan Israel, dua negara di kawasan Tmur Tengah yang selama ini terlibat perang kata-kata dan saling ancam, di ambang perang terbuka.

Iran bertekad membalas serangan udara yang dilakukan terhadap kantor konsulatnya di Damaskus, Suriah yang menewaskan sebelas  penasehat militer termasuk tiga perwira tinggi satuan Garda Revolusi (IRGC) pada 1 April lalu di antaranya Brigjen Moh. Reza Zahedi.

Brigjen Zahedi merupakan pejabat senior di satuan elite Al-Quds, IRGC yang ditempatkan di Damaskus. Israel sebelumnya juga membunuh pimpinan Al-Quds lainnya, Jenderal Qassem Suleimani di Bahgdad, Irak pada   Januari 2020. Iring-ringan kendaraan Suleimani dirudal oleh drone Israel saat baru keluar dari bandara Baghdad.

Sementara itu dalam perkembangan situasi terakhir, Menhan Israel Yoav Gallant seusai bertemu Panglima Sentral Komando AS Jenderal Michael Kurila, Jumat (12/4) mengatakan, Israel dan AS akan bahu-membahu menghadapi ancaman serangan balasan Iran.

“Musuh-musuh kami berpikir, mereka dapat memisahkan Israel dan AS, padahal yang terjadi justru sebaliknya, mereka malah menyatukan dan memperkokoh hubungan kami,” kata Gallant seperti dikutip AFP.

Kekhawatiran Iran akan  segera melancarkan serangan balasan telah mendorong India, Polandia, Perancis, dan Rusia untuk mengimbau  warganya menghindari bepergian ke Israel.

Israel sendiri mengakui, pihaknya telah memperkuat pertahanan udara dan menghentikan sementara cuti bagi unit-unit tempurnya menyusul serangan udara pada 1 April yang menewaskan sejumlah petinggi pasukan Garda Revolusi Iran.

Sebaliknya, Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian, Kamis (11/4) mengatakan pihaknya tidak memiliki pilihan selain menanggapi serangan mematikan terhadap misi diplomatiknya setelah Dewan Keamanan (DK) PBB gagal untuk mengambil tindakan.

Iran adalah salah satu negara yang paling vokal menentang pemboman brutal Israel di Gaza, Palestina sejak 8 Oktober 2023  sebagai aksi balasan atas penyerangan Hamas ke Israel selatan yang menewakan 1.200 warga sipil dan menyandera 200-an warga sipil sehari sebelumnya (7 Oktober).

Sampai hari ini, Sabtu, 13 April, dilaporkan sudah 33.650-an orang tewas sejak bombardemen tak henti-hentinya yang dilancarkan Israel ke wilayah Gaza dan bencana kemanusiaan bakal lebih buruk lagi jika pasukan darat Israel nekat menyerbu Rafah.

Walau dikecam dunia termasuk AS, Israel agaknya ngotot untuk menyerbu Rafah, wilayah Gaza dekat perbatasan Mesir, dengan tujuan memburu sisa-sisa milisi Hamas yang diduga berbaur dengan 1,5 juta pengungsi Palestina di sana.

Perimbangan Kekuatan

Menurut catatan Global Firepower 2024, anggaran militer Israel bertengger pada posisi ke-19 sebesar 24,4 milyar dollar AS (setara Rp385 triliun), sedangkan Iran pada urutan ke- 33  sebesar 9,95 milyar dollar AS (sekitar Rp156,7 triliun).

Dikepung dan berseteru dengan negara-negara Arab sejak merdeka 1948, pasukan pertahanan Israel (IDF) terus diperkuat, dan didukung teknologi dan juga negara-negara Barat terutama AS, Israel bahkan juga masuk dalam deretan kekuatan nuklir dunia.

Sebaliknya, Iran adalah negara dengan kekuatan militer terkuat di kawasan Teluk, walau diembargo oleh AS sejak Revolusi Iran pada 1979,  terus berupaya dan didukung Rusia, China atau Korea Utara, mengembangkan rudal-rudal balistik yang diklaimnya bisa menjangkau Tel Aviv.

IDF berkekuatan 170.000 personil tetap dan 465.000 cadangan. AD-nya didukung 1.370 tank termasuk 500-an unit buatan lokal Merkava dan 6.135 kendaraan lapis baja, sekitar 1.000 pucuk artileri medan dan 650 meriam swagerak serta 48 satuan roket atau rudal.

AU Israel mengoperasikan 612 aneka pesawat, a.l 246 pesawat tempur buatan AS (termasuk 75 unit F-35 Super Lightning, 52 unit  F-15 Eagle dan 23 unit F-15E Strike Eagle, 141 unit F-16 Fighting Falcon dan 146 helikopter serang termasuk 50 unit UH-60 Black Hawk dan AH-64 Apache (semua buatan AS).

Sedangkan matra kekuatan matra laut Israel didukung 67 unit kapal perang termasuk tujuh jenis korvet, dua kapal cepat rudal dan masing-masing lima kapal patroli dan kapal selam.

Untuk menghadapi kemungkinan serangan rudal taktis dari musuh-musuhnya, Israel menyiapkan sistem pertahanan terintegrasi Iron Dome (Kubah Besi), David Slings, sistem rudal Arrow dan rudal anti rudal Patriot buatan AS.

Sedangkan AB Iran didukung 610.000 personil tetap dan 350.000 personil cadangan tremasuk satuan Garda Revolusi (IRGC).

AD Iran mengoperasikan 2.000-an tank tempur utama (MBT), sebagian besar peninggalan Uni Soviet seperti T-62 dan T-72 serta 800-an unit  Karrar buatan lokal, 4.873 pucuk artileri medan, 1.030 artileri swagerak dan 1.775 unit rudal atau roket.

Kekuatan matra laut Iran didukung 101 kapal perang termasuk tujuh fregat, tiga korvet dan 19 kapal selam kelas Kilo warisan Uni Soviet. Embargo dalam waktu panjang juga membuat matra laut Iran masih mengoperasikan kapal-kapal lawas.

AU-Iran yang mengoperasikan 575 aneka pesawat termasuk 215 pesawat tempur lawas buatan AS seperti 63 unit F-4 Phantom, 41 unit F-14 Tomcat 19 unit serta MiG-29 dan  23 unit Sukhoi SU-24 (eks- Soviet), 17 unit Chengdu J-7 (China) dan Mirage F-1 (Perancis).

Selama diembargo oleh Barat sejak awal 1980-an, Iran terus mengembangkan rudal-rudal taktis dibantu Rusia, China dan Korut seperti Shahab-1, Shahab-2 dan Shahab-3, Fateh, Fajr, Ghadir dan Samid yang sebagian diklaim mampu menjangkau seluruh wilayah Israel.

Eskalasi konflik menyeret kekuatan banyak negara dikhawatirkan tidak dapat dhindarkan jika Iran melancarkan serangan balasan terjadap Israel, sementara Israel saat ini juga sedang mengambil ancang-ancang untuk menyerbu Rafah, gerbang pengungsi Palestina menuju Mesir.

Pemimpin-pemimpin dunia yang cinta damai hendaknya cawe-cawe mencegah perang yang jelas bakal menyengsarakan umat manusia. (AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles