JAKARTA, KBKNEWS.id – Iran kembali mengambil langkah tegas dengan menutup Selat Hormuz setelah serangan Israel mengguncang wilayah Lebanon.
Keputusan ini menunjukkan respons langsung Teheran terhadap eskalasi konflik yang terus meluas di Timur Tengah.
Penutupan jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut menimbulkan kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama distribusi energi internasional.
Di tengah ketegangan itu, Iran bersama Amerika Serikat dan Israel sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Kesepakatan tersebut dicapai di menit-menit akhir guna menghindari ancaman serangan besar dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Namun, situasi di lapangan masih belum stabil. Laporan serangan baru tetap bermunculan hanya beberapa jam setelah kesepakatan diumumkan, memicu tanda tanya besar apakah gencatan senjata ini benar-benar dapat bertahan.
Langkah Iran menutup kembali Selat Hormuz pun dinilai sebagai sinyal kuat bahwa konflik belum mereda sepenuhnya, sekaligus peringatan atas dampak yang bisa meluas ke tingkat global.





