Kehilangan Ayah hingga Kakak, Varel Bangkit Raih Cita-cita

Varel Andhika Putra (Foto: Dompet Dhuafa)

JAKARA, KBKNews.id – Varel Andhika Putra membuktikan doa disertai usaha keras diperlukan untuk meraih cita-cita. Kehilangan ayah dan kakak dalam waktu berdekatan membuat semangat Varel untuk berjuang semakin membara.

Seperti dikutip dari situs Dompet Dhuafa, Kamis (25/7/2025), Varel adalah anak bungsu dari enam bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya.

Ketabahan keluarganya diuji ketika mereka mengalami kehilangan besar dalam waktu yang sangat singkat. Pada Juni 2022, duka mendalam menyelimuti keluarga ini. Ayah Varel, sosok panutan dan pemimpin keluarga, wafat.

Hanya tiga hari berselang, salah satu kakak Varel yang tengah dirawat di rumah sakit pun menyusul kepergian sang ayah. Duka yang bertubi-tubi itu membuat mereka harus tegar, bahkan ketika makam ayah belum sepenuhnya kering dan aroma bunga masih tercium.

Ibu Jadi Tulang Punggung

Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat, namun di tengah semua cobaan, Varel merasa sangat bangga memiliki sosok ibu yang kuat dan tangguh. Sejak kepergian sang suami, ibunya berjuang sendirian untuk menghidupi keluarga.

Ia menjalankan berbagai usaha kecil dari rumah—menjual snack, sabun, hingga permen. Setahun terakhir, ia berjualan minuman es, jus, dan kerupuk kuah di depan sekolah sebagai pedagang kaki lima. Meski hidup tidak mudah, semangat sang ibu untuk masa depan anak-anaknya tak pernah padam.

Sebagai satu-satunya anak laki-laki, Varel merasa bertanggung jawab untuk menggantikan sebagian peran ayah dalam keluarga. Namun, ia menyadari bahwa ibunyalah tiang utama yang menopang kehidupan mereka.

Hal ini memotivasinya untuk terus berjuang dalam hidup. Dari semua kehilangan dan kesulitan, Varel belajar menjadi pribadi yang mandiri, berjiwa kepemimpinan, dan tangguh dalam menghadapi masalah.

Daftar Beasiswa YES

Varel kemudian mendaftar beasiswa YES (Youth Ekselensia Scholarship) atas rekomendasi guru BK-nya. Meski sempat ragu karena saingannya berasal dari seluruh Indonesia, dukungan guru membuatnya mantap melangkah. Ia melengkapi semua berkas dan menyerahkan hasilnya pada keyakinan bahwa rezeki takkan tertukar.

Tak disangka, ia lolos tahap administrasi. Ia pun segera memberi tahu ibunya dan memohon restu untuk tes berikutnya. Doa sang ibu menyertai langkah Varel hingga akhirnya ia lolos wawancara dan resmi menjadi penerima beasiswa YES 2023/2024. Kabar tersebut membuat Varel tak kuasa menahan tangis haru.

Program YES membawa perubahan besar dalam hidupnya. Ia mengaku, sebelum bergabung, sering membuat kesimpulan tanpa pemahaman mendalam. Kini, berkat bimbingan mentor dalam sesi klasikal dan individu, cara berpikirnya lebih tajam dan reflektif. Varel merasa terbantu sehingga bisa berkuliah dengan lancar di Teknik Elektro, Universitas Andalas.

Kepemimpinannya pun semakin terasah setelah dipercaya menjadi ketua YES Padang. Pengalaman ini menantang karena ia harus memimpin teman-teman dari berbagai latar belakang, berbeda dengan saat menjadi ketua kelas di sekolah.

Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) Varel juga meningkat drastis. Ia terbiasa berkomunikasi dengan banyak pihak yang sebelumnya belum ia kenal, berkat arahan mentor YES yang terus mendorongnya untuk aktif dan percaya diri. Varel berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang menghadapi rintangan dalam hidup.

“Jangan pernah berhenti berjuang, meski hidup terasa berat. Karena di balik ujian, ada kemuliaan yang menanti,” kata Varel.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here