JAKARTA – Dalam upaya melakukan pembinaan dan pendidikan terhadap narapidana di Indonesia, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggandeng Dompet Dhuafa.
Keduanya kemudian sepakat menandatangani surat kerja sama dalam melaksanakan program Pendidikan Kader Dai Lapas (PKD) pada Selasa (26/11/2019), di Kantor Ditjen PAS Kemenkumham RI, Gambir, Jakarta.
Program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan nantinya akan dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun yang meliputi dua hal, yaitu Pembinaan Kepribadian dan Pembinaan Kemandirian.
“Kerja sama antara Ditjen PAS dengan Dompet Dhuafa menjadi sejarah baru, bahwa saudara-saudara kita yang mendapatkan masalah sebagai narapidana merupakan saudara kita yang harus kita sayangi juga. Sebab mereka ini terkena suatu hal kesalahan pidana. Sehingga tidak dapat berkumpul bersama kita,” ucap Imam Rulyawan, selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa.
Ditjen PAS dan Dompet Dhuafa akan berupaya memberikan sosialisasi tentang penyadaran kepada masyarakat, bahwa menjadi narapidana bukan berarti kebaikannya telah berakhir. Telah terbukti, banyak juga dari narapidana yang dulunya adalah seorang pengusaha, jurnalis atau pekerjaan keterampilan lainnya. Tentu mereka dapat kembali lagi menjadi manusia bermanfaat bagi sekitarnya.
Para narapidana nantinya akan dididik oleh Dompet Dhuafa melalui program Institut Kemandirian, bekerja sama dengan organisasi Social Trust Fund.
“Setidaknya memiliki pekerjaan berdasarkan keterampilan yang di kuasainya. Allah saja Maha Pengampun, kita sebagai manusia juga tentu harus memberikan peluang pada saudara kita narapidana, supaya dapat kembali menjadi manusia pada umumnya. Tentu kita bisa membantu dengan program napi menjadi dai, napipreneur, jurnalis, agar nanti mereka bisa mempunyai kepercayaan diri dan mendapat kesempatan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar,” jelas Imam Rulyawan, dilaporkan Muthohar dari redaksi Dompet Dhuafa.
Secara umum program Pendidikan Kader Dai (PKD) bertujuan untuk melahirkan dai yang bertakwa, berilmu dan berakhlak karimah. Sehingga menjadi teladan bagi umat.




