JAKARTA (KBK) – Guna meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial, Kemensos menjagokan Program Keluarga Harapan (PKH).
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan, dalam PKH setiap warga miskin termasuk anak-anak dan lansia akan menjadi sasaran utama.
“PKH bertujuan mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sebagai salah satu upaya mengurangi kesenjangan antar kelompok,” jelas Khofifah dalam diskusi Rembuk Publik, bertema ‘Solusi Atas Masalah Ketimpangan Ekonomi’ di Jakarta, Selasa (28/2).
PKH dikatakan Khofifah setidaknya memilik peran penting dalam mempersempit kesenjangan ekonomi karena dalam PKH kemensos memberikan layanan kesehatan dalam bentuk Kartu Indonesia Sehat (KIS), E-Waroenk, E-Wallet yang semuanya diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Untuk memuluskan program tersebut setidaknya Kemensos bakal menerjunkan pendamping ke setiap wilayah di seluruh kabupaten kota.
“Akan ada 23.425 pendamping. Kini saatnya yang miskin tidak menjadi penonton lagi. Mereka harus menjadi pengharap akan membaiknya kesejahteraan,” tutur Khofifah.
Acara ini merupakan kerjasama Dompet Dhuafa, Republika dan Bank Indonesia.





